SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo menerjang lahan pertanian di sejumlah wilayah kantong produksi pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dipastikan produksi padi di kabupaten lumbung pangan nasional ini akan menurun drastis.
Meski Dinas Pertanian Bojonegoro belum memberikan data pasti jumlah lahan pertanian yang terdampak banjir, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah merilis jumlah desa dan kecamatan di wilayahnya yang tergenang banjir.
Sedikitnya ada puluhan desa di enam belas kecamatan di Bojonegoro tergenang banjir. Belasan wilayah tersebut merupakan bantaran Sungai Bengawan Solo, dan selama ini menjadi penyokong produksi pertanian di Bojonegoro.
Di Kecamatan Kanor, misalnya. Ada sekira seluas 500 hektar lahan pertanian yang terendam banjir. Ratusan hektar lahan pertanian itu tersebar di sepuluh desa yakni Desa Tejo lahan pertanian tergenang seluas 60 Ha dengan tanaman padi berusia antara 20-75 hari, cabe seluas 0,5 Ha. Di Desa Sumberwangi sawah tergenang 70 Ha dengan usia tanaman 30 hari, Desa Kabalan sawah tergenang seluas 120 Ha dengan usia tanaman 60 hari, dan jagung
seluas 8 Ha.
Kemudian di Desa Kedungprimpen sawah tergenang seluas 150 Ha, dan Desa Piyak sawah tergenang seluas 32 ha dengan usia tanaman antara 30-40 hari, Desa Simbatanm sawah tergenang seluas 80 ha dengan usia tanaman antara 30-50 hari, Desa Sarangan sawah tergenang seluas 1 Ha, dan lahan persemaia seluas 20 Ha.Â
Di Desa Semambung banjir juga menggenangi lahan jagung seluas 0,2 ha, cabe 0,2 ha, dan kacang hijau 0,2 ha.
“Rata-rata produksi padi di sini 7 sampai 9 ton perhektarnya,” kata Camat Kanor, Subiono kepada suarabanyuurip.com, Kamis (1/12/2016).
Dengan jumlah produksi tersebut, jika dikakulasi luas lahan pertanian yang tergenang, maka potensi produksi yang terancam hilang di wilayah Kanor mencapai kisaran 4000 ton. Â
Selain Kanor, banjir juga menerjalang lahan pertanian di Desa Ngablak dan Ngulanan, Kecamatan Dander. Di Desa Ngablak jumlah lahan pertanian siap panen yang terendam banjir seluas 125 Ha. Rata-rata ketinggian air di wilayah ini mencapai 70 centi meter (cm).
“Kalau tidak segera surut padinya bisa busuk dan tidak bisa dipanen,”kata Majuri (75), petani Ngablak.Â
Sedangkan di Desa Ngulanan, petani memilih untuk memanen dini padi mereka. Mereka khawatir jika tidak segera dipanen padi mereka akan busuk.
“Ini usianya 85 hari sudah saya panen. Yang baik ya usia 95 hari baru dipanen,” timpal Sakur, petani Ngulanan.
Hingga saat ini tren Bengawan Solo terus mengalami kenaikan. Tinggi muka air (TMA) di taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro mencapai angka 5.05 peilschal pada pukul 14.00 WIB.(suko)
Berikut data sejumlah daerah terdampak :
Kecamatan Balen
Desa Sarirejo, Kedungdowo, Sekaran, Kedungbondo, Mulyoagung, Mulyorejo, Pilanggede, Lengkong dan Prambatan.
Kecamatan Trucuk
Desa Kandangan, Sumbangtimun, Guyangan, Trucuk, Mori, Tulungrejo, Padang, Kanten, Banjarsari, Sranak, Sumberjo, Pagerwesi, Sukoharjo.
Kecamatan Kapas
Desa Ngampel, Kalianyar, Bogo, Sambiroto , Bakalan, Tikusan.
Kecamatan Dander
Desa Ngablak dan Ngulanan.
Kecamatan Bojonegoro
Desa Semanding, Kalirejo, Mulyoagung, Campurejo, Jetak, Ledokwetan, Kauman, Banjarjo, Ledokkulon, Klangon.
Kecamatan Kanor
Desa Piyak, Cang’an, Tejo, Pilang, Prigi, Kabalan, Kanor, Tambahrejo, Semambung, Simbatan.
Kecamatan Baureno
Desa Pucangarum,Kadungrejo, Lebaksari, Tanggungan, Kalisari, Kauman, Karangdayu, Pomahan, Gunungsari, Gajah, Tulungagung, Bumiayu, Trojalu, Sembunglor, Sraturejo, Sumuragung, Tlogoagung, Pasinan.
Kecamatan Kalitidu
Desa Sukoharjo, Mojosari, Pilangsari, Mayangrejo, Mojo, Leran, Panjunan, Mlaten, Brenggolo, Pungpungan dan Ngringinrejo.
Kecamatan Malo
Desa Dukuhlor, Kemiri, Ngujung, Semlaran, Tanggir, Tulungagung, Malo, Trembes, Sudah, Kacangan, Kliteh, Petak dan Rendeng.
Kecamatan Padangan
Desa Tebon, Prangi, Dengok, Kuncen, Nguken, Sidorejo, Banjarejo, Purworejo dan Kebonagung.
Kecamatan Purwosari
Desa Purwosari
Kecamatan Kasiman
Desa Betet dan Batokan.
Kecamatan Gayam
Desa Beged, Ngraho, Sudu, Cengungklung, Manukan, Begadon dan Katur.
Kecamatan Sumberejo
Desa Sumuragung
Kecamatan Ngarho
Desa Mojorejo.