SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Terperosoknya trailer pengangkut crane dari proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di parit jalan poros Kecamatan Gayam-Kalitidu tepatnya di wilayah Desa Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur mematik reaksi kontraktor lokal sekitar Banyuurip, Blok Cepu yang mengerjakan proyek pengecoran beton jalan setempat. Yakni PT Jawa Ekpress Indogas.
Direktur PT Jawa Ekpress Indogas, Hadi, menyayangkan terjadinya insiden trailer pengangkut crane dari proyek Unitisasi Gas J-TB yang belum bisa dievakuasi oleh tim PT Pembangunan Perumahan (PP) kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), operator proyek Unitisasi Gas J-TB.
“Insiden ini seharusnya tidak terjadi. Karena sebelum melewati sudah bisa mempridiksi jalan yang akan dilalui bisa atau tidaknya. Jadi terkesan dipaksakan akibatnya merugikan banyak pihak. Selain pengguna jalan, termasuk saya juga ikut dirugikan,” kata Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (6/12/2016) malam.
Kerugian yang dirasakannya, kata Hadi, tidak bisanya mengerjakan pengecoran jalan secara maksimal. Karena tenaga kerjanya merasa terganggu dengan pengguna jalan sesekali melewati jalan yang baru dilakukan pengecoran. Tak hanya itu, sebagian jalan yang seharusnya sudah bisa dilakukan proses dasar pengecoran tidak bisa dilakukan. Karena terdapat trailer yang masih mangkrak belum bisa dievakuasi.
“Kalau bicara kerugian jelas ada lah. Misalnya, tenaga kerja biasanya maksimal sesuai target akhirnya tidak sesuai. Karena tidak bebas bekerja terganggu pengguna jalan lewat. Kemudian sebagian jalan yang seharusnya sudah bisa dilakukan proses pengecoran tidak bisa karena ada alat beratnya ,” ungkap warga Desa Manukan, Kecamatan Gayam ini.
Hadi, mengingatkan, agar PT PP segera menyelesaiakan evakuasi trailer yang terperosok diparit tersebut. Selain itu, juga menginstruksikan timnya yang mengevakuasi untuk tidak menaikan alat berat yang dibuat mengevakuasi ke atas cor jalan. Karena bisa mengancam kerusakan pada cor yang masih tahap pengeringan.
“Saya tidak mau tau trailer pengangkut crane itu milik siapa karena itu urusan internal mereka. Jadi yang saya tau ya PT PP yang harus bertanggunjawab jika ada kerusakan pada proyek cor jalan yang saya kerjakan ini,” tandasnya.
“Intinya PP secepatnya bisa mengevakuasi. Karena saya juga diburu target penyelesaian, yaitu akhir bulan Desember ini harus selesai pengecoran jalan,” ucapnya.
Pantauan suarabanyuurip.com di lokasi menyebutkan, sejak siang hari tim PP sedang melakukan upaya untuk mengevakuasi bangkai trailer pengangkut crane. Namun hingga sore tim pengevakuasi tak berhasil. Pada sekitar pukul 18.00 WIB tim sudah tidak ada di lokasi, dan trailer pengangkut crane tetap mangkrak dilokasi kejadian.
Selain itu, juga sempat terjadi cecok antara pengendara mobil yang memaksakan masuk melewati jalan cor dengan pekerja PT Jawa Ekpress Indogas, dan akhirnya pengendara mobil tersebut terpaksa harus balik karena tidak diperbolehkan oleh tenaga kerja PT Jawa Ekspress Indogas yang sedang melakukan kerja lembur.
Sedangkan untuk trailer pengangkut crane tersebut terperosok ke parit sejak hari Sabtu (3/12/2916) sekitar pukul 13.00 WIB.(sam)