SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Budaya jujur yang dipegang teguh masyarakat Samin di Dusun Jipang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dapat menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena sekarang ini banyak kejadian yang menjadi trend kehidupan masyarakat yang jauh menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
Demikian disampaikan Anggota DPR RI Komisi VIII, Kuswiyanto saat menjadi nara sumber dalam sosialisasi 4 Pilar MPR yang digelar oleh Yayasan Sedulur Pena Bojonegoro bersama MPR di Pendapa Kecamatan Margomulyo, Selasa (13/12/2016) kemarin.
Politisi Partai Aman Nasional itu mengungkapkan, ketidakjujuran, korupsi, kolusi dan hal-hal yang menyimpang lainnya hingga keterpurukan moral yang terjadi sekarang ini semakin hari semakin menjadi akibat kurangnya masyarakat mengenali norma dan nilai yang menjadi sendi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila.
“Dampak globalisasi yang tak terbendung sekarang ini menjadikan kondisi bangsa dan negara Indonesia semakin hari mengalami krisis budaya. Ini perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak,” tegas Kang Kus-sapaan akrab Kuswiyanto.
Karena itulah, Kang Kus mengajak seluruh elemen masyarakat Bojonegoro untuk kembali kepada nilai-nilai Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap gerak langkah kehidupan berbangsa dan bernegara. Dasar dari nilai-nilai tersebut, kata dia, masih dipegang kuat masyarakat Samin.
“Dasar nilai itu ada di wilayah ini yakni kejujuran masyarakat Samin Bojonegoro. Ini perlu terus diteladani dan dikembangkan,” tandas sahabat dekat Bupati Bojonegoro Suyoto.
Namun demikian, menurut Kang Kus, seiring dengan perkembangan zaman tentu kejujuran harus didukung oleh kecerdasan, ketrampilan dan tekhnologi yang tentu akan sangat bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan modal itulah dirinya optimis bangsa Indonesia akan mampu terhindar dari segala faktor negatif budaya asing, tetap rukun dalam beragama, ramah dalam hak asasi manusia HAM, kokoh tidak terpecah belah, adil dalam segala lini kehidupan, transparan dalam pemerintahan.
“Sehingga tidak akan terjadi kesenjangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tentu kedepan akan membawa dampak bagi kesejahteraan,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Margomulyo, Arif mengajak semua yang hadir untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang terasa semakin memudar akhir-akhir ini.
Sosialisasi 4 Pilar MPR ini dihadiri 200 peserta mulai dari Forpimka, seluruh kepala des dan perangkat, tokoh masyarakat Samin, BPD, Karang Taruna, Wali Amanah dan PKK seluruh desa di wilayah Margomulyo.(suko)