Banjir Rendam 5 Kecamatan di Blora

Banjir di Blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah sejak hari Selasa hingga Rabu ( 13-14/12/2016) selama lebih dari 4 jam menjadikan banjir bandangpun tak bisa dielakkan. Sedikitnya telah merendam 5 kecamatan di Kabupaten Blora.

Lima kecamatan itu antara lain, Kecamatan Cepu, Kedungtuban, Kradenan, Randublatung, dan Kecamatan Jati.

Dalam laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. Akibat hujan berintensitas tinggi tersebut mengakibatkan sejumlah kecamatan terendam luapan air dari sawah, Sungai Wayan dan Sungai Wulung.

Adapun data kajian terdampak banjir bandang, untuk Kecamatan Cepu air menggenangi jalan di Kelurahan Karangboyo, Tinggi air mencapai 50 Centimeter (CM). Di Kelurahan Ngelo, akses jalan kelurahan terendam dengan ketinggian 50 cm. Kelurahan Cepu, Jalan stasiun siun kota terdapat 60 Kepala keluarga (KK) terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

Untuk Kelurahan Balun di gang Trikarya 5 KK terendam air dengan ketinggian air 50-100cm. Di Desa Mulyorejo, air merendam Sekolah SMP 4 Cepu dengan ketinggian 50-100 cm. Selanjutnya merendam pemukiman 15 KK, dan akses jalan antar kecamatan terendam setinggi 50-100cm.

Baca Juga :   Biaya Haji Turun, Kemenag Belum Sosialisasi

Untuk Wilayah Kecamatan Kedungtuban, di Desa Sogo akses jalan antar kecamatan terendam, dan menggenangi 6 rumah warga. Di Desa Wadu, air merendam pasar desa dengan ketinggian 50-100 cm. Di Desa Gondel, air menggenangi rumah 157 KK dengan ketinggian air berkisar 30-50cm, serta menggenangi area persawahan warga seluas 5.5 hektar.

Di wilayah Kecamatan Kradenan, dua desa terendaam banjir. Yaitu di Desa Sumber, air menggenangi rumah warga di dukuh Beran merendam sekira 300 KK, akses jalan desa terendam kurang lebih 50-100cm dan jalan longsor atau ambles sepanjang 200 meter. Di Desa Mojorembun, merendam 157 KK dan 1 rumah roboh.

Wilayah Kecamatan Randublatung, di Desa Kutukan, air merendam akses jalan antar Kecamatan Kedungtuban dan Randublatung. Ketinggian air mencapai 50 cm. Air juga  merendam sekolahan SMA Randublatung ketinggian air 30-50cm.

Di Kelurahan Randublatung tepatnya di RT 6, RW 2 merendam rumah warga sebanyak 15 KK, ketinggian air mencapai 50cm. Kemudian di wilayah Kecamatan Jati, air hanya merendam Desa Jati, 5 KK di Dusun Klatak terendam air.

Baca Juga :   Pedagang Beras Leran Enggan Setor ke Bulog

Langkah yang telah dilaksanakan BPBD Blora, memonitor lokasi, mengevakuasi kendaraan macet, pendataan kaji cepat dan berkoordinasi dengan tim satkorlak kecamatan.

“Serta menyalurkan distribusi logistik kepada korban rumah roboh akibat banjir,” jelas Sri Rahayi, Kepala BPBD Blora. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *