SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho
Bojonegoro – Hidup di kawasan hutan dengan segala keterbatasan tidak menyurutkan niat ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) ‘Srikandhi” Dusun Sukun, Desa Sambongrejo, Kecamatan, Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk maju. Justru mereka terus belajar dan memacu mengembangkan diri memaksimalkan segela potensi di wilayahnya.
Melalui KWT, kaum perempuan di wilayah selatan Bojonegoro itu dapat menyalurkan kreatifitasnya. Bahkan dengan adanya wadah tersebut mereka mampu mengolah sumber daya alam (SDA) hingga bisa memperoleh tambahan pendapatan bagi keluarganya.
Salah satunya membuat kripik singkong dan pisang yang dikemas praktis dngan harga di atas rata-rata. Produk KWT Srikandhi ini telah menembus pusat oleh-oleh dan supermarket di Bojonegoro.
Selain itu, KWT Srikandhi juga memiliki balai belajar yang digunakan untuk belajar bareng anggotanya setiap dua kali dalam sebulan. Serta mempunyai kas jutaan rupiah.
Disamping kegiatan pertanian, kelompok yang dinahkodai Nyunarwati itu juga menggalakkan kegiatan peternakan kambing dan kelinci. Sebanyak 27 anggota KWT baru-baru ini mendapatkan bantuan dari Dinas Peternakan dan Perikanan untuk budidaya kelinci.
“Banyak sekali potensi yang dapat dimanfaatkan dan menghasilkan. Inilah yang saat ini kami lakukan,” kata Nyunarwati saat menerima kunjungan Anggota Komisi VIII DPR RI, Kuswiyanto.
Komisi dewan yang membidangi masalah pemberdayaan perempuan itu mengapresiasi hadirnya KWT Srikandhi. Karena selama ini kelompok tani didominasi oleh laki-laki.
Yang lebih membuat Kang Kus- sapaan akrab Kuswiyanto- bangga terhadap KWT Srikandi adalah semangat para Ibu-ibu. Menurut dia, meski mereka hidup jauh dari pusat kota Bojonegoro yakni sekira 60 kilo meter (Km), namun mereka punya keinginan dan kemauan untuk kemajuan keluarga dan masyarakatnya.
“Ini patut diteladani dan didukung. Sangat jarang kita temui hal ini. Karena minat generasi muda untuk bertani jelas-jelas sangat minim,” ucap Kang Kus saat melihat KWT Srikandhi belajar bareng anggotanya.
Dalam kesempatan tersebut, sahabat dekat Bupati Bojonegoro Suyoto atau akrab disapa Kang Yoto itu memberikan semangat dan dorongan agar KWT ini selalu update dan upgrade pengetahuan dan tehnologi pertanian dan peternakan agar bersama-sama dapat mewujudkan Bojonegoro sebagai Lumbung Pangan dan Energi Negeri.
“Ini penting sekali agar tidak ketinggalan. Karena ilmu pengetahuan terus berkembang sesuai tuntutan zaman,” ucap politisi senayan dari Partai Amanat Nasional itu.
Dalam waktu dekat KWT mengagendakan study banding peternakan kelinci ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah, guna penguatan Farmented Integrated dari peternakan kelinci hingga pemanfaatan limbahnya untuk pertanian dan energi bio gas.(suko)