EMCL dan IDFoS Gelar Seminar Kewirausahaan

IDFoS seminar kewirausahaan

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan LSM IDFoS menggelar seminar kewirausaan dengan tema “Bongkar Rahasia Menjadi Wirausaha Kreatif dan Inovatif,” di Pendopo Malowopati, Jalan Mas Tumapel, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (8/1/2017).

Acara yang dihadiri 450 peserta ini juga menggelar pameran hasil dari pelatihan kewirausahaan yang diberikan mitra EMCL. Baik dari IDFoS maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya.

“Untuk pameran ini, kita memfasilitasi pengusaha lokal untuk mempromosikan produknya, mulai dari batik, makanan ringan, kerajinan dan lainnya,” kata Direktur Utama IDFoS, Joko Hadi Purnomo, disela-sela acara, kepada suarabanyuurip.com.

Dalam seminar ini, diikuti oleh semua lapisan masyarakat Bojonegoro. Terutama bagi pemuda-pemudi yang merupakan pengusaha pemula.

“Kami berharap, bagi para pengusaha pemula mengerti bagaimana memulai usaha dari nol sampai bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Selain itu, bagaimana supaya mereka mampu meningkatkan usahanya bisa lebih besar lagi, dan mampu bersaing di era industrialisasi sekarang ini.

Baca Juga :   Komite Desa Sekitar TBR Tunggu Penetapan

Juru bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, dengan produksi puncak 185 ribu barel per hari (Bph) yang sekarang ini dicapai tidak akan bisa tanpa dukungan dari semua pihak. Termasuk pebisnis muda seperti sekarang ini.

“Kami selain mencari minyak sesuai amanat negera, juga ingin di Blok Cepu memberi akses pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi,” imbuhnya.

Sebelum masa produksi, EMCL sudah memberikan dukungan seperti ini. Karena, EMCL sadar ketika produksi sudah berlangsung maka tenaga kerja akan semakin kecil.

“Pada masa konstruksi kita pernah mencapai 10.000 orang tenaga kerja (Naker) sampai April 2015,” tandasnya.

Pihaknya sudah memikirkan setelah masa konstruksi selesai dengan membekali pelatihan. Terbukti, sekarang banyak yang sudah mandiri dan merekrut Naker sendiri.

Rexy menyatakan, ada 30 pengusaha muda yang dibina melalui mitra sudah berhasil. Seperti batik, camilan, kaos, dan lainnya.

“Hal itu akan terus kami lakukan, seperti acara sekarang ini untuk menarik minat kewirausahaan dan membantu semuanya untuk bisa mandiri dan jadi pengusaha,” ucapnya.

Baca Juga :   Bantu Ambulans dan 360 Tangki Air Bersih

Sesuai arahan Bupati Suyoto, generasi sekarang harus melihat kedepan. Karena minyak akan habis. Yang tersisa pengusaha-pengusaha yang kita timbulkan mulai dari sekarang.

“Memang tidak gampang, tapi bukan berart tidak mungkin,” tandasnya.

EMCL juga mengikutkan para pengusaha ke pameran lokal di tingkat kecamatan, kabupaten, jatim fair, sampai di jakarta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Suprianto, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan EMCL dan IDFoS ini.

“Pertumbuhan sebuah daerah bisa dibangun apabila wirausaha lebih besar daripada pekerja,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya seminar seperti ini lahir intrapreneur yang membawa kemajuan di Bojonegoro.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *