SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Turunnya Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima di tahun 2017 hingga 60 persen lebih tak membuat Pemerintah Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berkecil hati atau terganggu dalam melanjutkan pembangunan yang sudah menjadi program desa.
Program pembangunan tetap akan berjalan dengan menyesuaikan anggaran yang diterima tanpa menghilangkan program prioritas desa. Seperti pembangunan torn atau penampung air di beberapa titik desa.
Sebagai desa penghasil dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Desa Campurejo mendapatkan ADD lebih besar dari desa non penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, mengatakan, dibandingkan tahun 2016, di tahun 2017 ADD yang diterima turun drastis hingga 60 persen lebih. Pada tahun 2016 ADD yang diterima mencapai Rp 1 Miliar. Sedangkan di tahun 2017 hanya sebesar Rp420.067.000.
“Tapi kami sudah mengantisipasi hal tersebut dengan mencari potensi pendapatan desa selain migas, dan melakukan efisiensi anggaran,” katanya saat ditemui suarabanyuurip.com dikantornya, Rabu (11/1/2017).
Menurutnya, sejak awal telah diprediksi bahwa lambat laun pendapatan desa yang berasal dari produksi migas oleh semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Bojonegoro termasuk operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) akan menyesuaikan dana bagi hasil migas yang didapat pemerintah daerah.
“Itu sudah kami prediksikan sebelumnya, jadi kami tidak kaget lagi,” tandasnya.
Dia menyatakan, pihaknya tetap menyesuaikan anggaran yang diterima tanpa menghilangkan program prioritas desa seperti pembangunan torn atau penampung air di beberapa titik desa.
“Pembangunan torn sangat penting untuk mengantisipasi kekeringan, dan saat ini sudah ada 16 titik torn di Campurejo,” lanjutnya.Â
Dengan adanya torn tersebut, diharapkan pada musim kemarau masyarakat tidak lagi membutuhkan bantuan baik dari JOB P-PEJ maupun pemerintah kabupaten seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sementara pembangunan jalan desa, sudah bukan masalah urgent lagi. Karena hampir 90 persen semua kondisi jalan sudah bagus dan tidak ada yang rusak.
“Kita juga sudah dibantu banyak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari JOB P-PEJ,” pungkasnya.(rien)