Dorong TGE Fokus Produksi dan Perekrutan Naker

Jembatan tawun rusak

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Keberadaan Kerja Sama Operasional (KSO) Tawun Gegunung Energy (TGE) selaku operator Lapangan Tawun di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur belum dilibatkan dalam perbaikan jembatan ambrol di Dusun Tuwiwiyan. Wabup Tuban Noor Nahar Hussein hanya meminta KSO untuk fokus pada persiapan produksi dan perekrutan Tenaga Kerja (Naker) lokal.

“Saat ini KSO TGE harus fokus pada kegiatan eksploitasi Migas sumur tua di Lapangan Tawun Gegunung,” ujar Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (16/2/2017) kemarin. 

Sementara untuk pembangunan ulang jembatan sepanjang 12 meter ini akan ditangani pemerintah daerah (Pemda) setempat. TGE akan dilibatkan dan didorong terlibat perbaikan lingkungan setelah produksi emas hitam/ minyak mentah dari bumi Tawun Gegunung.

Selain mendorong tetap fokus pada eksploitasi, Wabup Noor Nahar juga menyoroti soal perekrutan Naker. Secara berkala TGE yang memulai pekerjaannya pada akhir tahun 2016 lalu, diminta menyerap tenaga lokal sebanyak-banyaknya.

“Kita harus memahami kondisi TGE yang belum produksi, beda lagi kalau sudah menghasilkan minyak,” imbuh orang nomor 2 di Bumi Wali.

Baca Juga :   DLH Belum Kaji Limbah Cair Sumur Tua

TGE harus memperhatikan lingkungan sekitar, terutama akses yang dilalui kendaraan menuju Lapangan Tawun. Lebih dari itu, untuk selalu berkoordinasi dengan pamong desa maupun Muspika Bangilan jika terjadi sesuatu.

Saat ini KSO Pertamina EP Asset 4 ini sedang fokus persiapan produksi di Lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan. Sejak bulan Desember 2016 lalu, aktifitas di Lapangan Tawun dihentikan sementara.

Catatan terakhir, sumur yang selesai direaktivasi sejak bulan Agustus lalu di Lapangan Tawun, hanya mampu mengeluarkan minyak 2-3 Barel Per Hari (Bph) atau setara 318 sampai 477 liter.

“Penghentian ini hanya sementara tetap ada petugas yang terus monitoring di lokasi selama 24 jam,” sambung Field Manager KSO PT TGE, Ervino, ketika ditemui suarabanyuurip.com, di kantornya Desa Ngrojo, Kecamatan Bangilan, pertengahan Desember tahun lalu.

Vino mengungkapkan, jumlah produksi 2-3 Bph di Lapangan Tawun setelah di kalkulasi ternyata tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Hasilnya beberapa peralatan maupun personil, separuhnya telah dialihkan di Lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.

Baca Juga :   Duga 35 Titik Penyimpanan Solar Ilegal

Kondisi ini di luar dugaan dari tim di Lapangan. Padahal secara kesiapan produksi, Lapangan Tawun jauh lebih matang perlengkapannya dibandingkan Lapangan Gegunung. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *