SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Kekhawatiran DPRD Tuban, Jawa Timur, adanya Sisa lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) besar tahun anggaran 2016 akhirnya terjadi. Selama dua periode terakhir jumlah SiLPA berada di kisaran Rp 294 miliar lebih.
“SiLPA ini jelas ada karena pada awal November 2016 lalu serapan APBD baru 60 persen dari Rp2 triliun lebih,†ujar Ketua DPRD Tuban, Miyadi, kepada suarabanyuurip.com, Senin (20/2/2017).
Sisa anggaran ini yang sebenarnya tidak diinginkan oleh wakil rakyat. Karena apabila setiap Satuan Kerja (Satker) melakukan penyerapannya optimal, tentu bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Miyadi berharap besar, pasca adanya perombakan Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) tahun ini jumlah SILPA lebih sedikit.
“Jangan sampai itu terjadi lagi,†tegasnya.
Sesuai Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tuban tahun anggaran 2016, jumlah SiLPA mencapai Rp 294.018.836.475,48. Â Menyikapi hal demikian, Wabup Tuban, Noor Nahar mengaku sudah seoptimal mungkin melakukan penyerapan anggaran.
Di antara hal yang memicu tidak tercapainya pendapatan 2016 adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) selama 4 bulan. Meskipun pada akhirnya ditransfer kembali pada awal tahun 2017.
“Kami menunggu reaksi dari tim pansus dewan apakah LKPJ ini diterima atau perlu direvisi,†sambung Noor Nahar.
Dalam LKPJ 2016, tertulis jelas bahwa pendapatan daerah  2016 tidak melampaui target dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 2.193.365.429.969,11. Realisasi target hanya Rp 2.183.545.377.123,84 atau hanya 99,55 persen. Meskipun capaiannya tidak 100 persen, namun mengalami kenaikan 8,21 persen dari tahun anggaran 2015.
Dibandingkan dengan realisasi belanja daerah pada tahun 2016 sebesar Rp 2.219.079.048.791,19, tentu jauh lebih besar dari jumlah pendapatan daerah. Meskipun capaiannya di bawah target sebesar Rp 2.487.835.684.122,59.
Sementara penerimaan pembiayaan dari anggaran Rp 297.470.254.153,48 dapat terealisasi Rp 296.968.141.810,45, atau sekitar 99.74 persen. Sedangkan pengeluaran pembiayaan dari anggaran Rp 3 miliar dapat terealisasi sebesar Rp 2.970.000.000 atau sekitar 99 persen.
“Penghitungan inilah yang menimbulkan ada kelebihan anggaran 2016,†jelasnya.
Perlu diketahui, jumlah SiLPA selama sejak tahun 2013 mengalami peningkatan signifikan. Di tahun 2013 ada Rp 158.968 miliar, Rp 250 miliar di tahun 2014, dan Rp 294 miliar di tahun 2015. (aim)