Warga Akan Bangun Jembatan Rowobangkul

Cek bekas jembatan rowobngkul

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Warga Desa Rowobangkul dan Desa Gedebeg, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berinisiatif urunan (patungan) untuk membangun kembali jembatan penghubung antar dua desa di kecamatan tersebut. Selama 20 tahun lebih, warga harus memutar arah sejauh 5 kilo meter (Km) untuk sampai ke desa tetangga. 

“Kami sedang berfikir bersama warga untuk memangkas jarak yang semula 5 km menjadi 400 meter,” kata Siswanto, anggota DPRD Blora dari Kecamatan Ngawen. 

Dia menjelaskan, pihaknya bersama warga berinisiatif untuk urunan guna membangun jembatan dengan panjang 16×2,5 meter tanpa bantuan dari pemerintah.

“Karena di sini adalah lahan Perhutani, jadi pemerintah tidak bisa melakukan pembangunan. Untuk itu kami berinisiatif mengumpulkan dana,” jelasnya.

Lebih dari 20 tahun, menurutnya, jembatan penghubung Desa Rowobangkul dan Desa Gedebeg tersebut putus tanpa perhatian.

“Masih ada bekas pondasi jembatan yang rencananya sebagai titik awal,” terangnya. 

Dia mengaku, bahwa jalan pintas itulah yang akan dipelopori warga untuk melakukan gotong royong. “Kalau di hitung, kira-kira mencapai Rp 30 juta,” jelasnya.

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Mako Brimob

Setelah melakukan diskusi dengan pihak-pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Perhutani, juga menemui jalan buntu.

“Dari Perhutani sendiri enggan membangun,” katanya.

Jika pembangunan itu diambilkan dari Dana Desa (DD), kata dia, juga tidak bisa. Karena lahan Perhutani.

“Sudah ada beberapa warga yang telah mengumpulkan dana pembangunan,” ucapnya. 

Sementara, Kepala Dusun Kepitu, Desa Gedebeg, Panijan membenarkan rencana warga membangun jembatan secara swadaya.

“Rencana swadaya dari Desa Rowobangkul dan Desa Gedebeg,” sambungnya. 

Dia menerangkan, jembatan tersebut benar-benar ambrol dan hilang sejak tahun 1998. Lantaran, besi jembatan rel kereta dicuri orang tak bertanggung jawab.

“Sehingga warga kesulitan untuk sampai ke Desa tetangga,” kata dia. 

Dengan dibangunnya kembali jembatan tersebut, maka selain akan memangkas jarak dan kelancaran arus lalu lintas, diharapkan juga bisa meningkatkan perekonomian warga.

“Kalau nanti ada warga desa sebelah punya hajat, maka akan mudah dan lebih dekat,” ujarnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Camat Jenu Desak SG Cegah Polusi Batubara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *