Berharap Lingkungan Tak Menjadi Korban Solar Oplosan

Kios solar tuban terbakar.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Terbakarnya salah satu kios Solar oplosan di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur siang tadi membuat Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu prihatin. Diharapkan lingkungan sekitar, maupun masyarakat setempat tak menjadi korban dari usaha Solar yang diduga ilegal tersebut.

“Kami prihatin atas kejadian atau musibah kebakaran kios Solar oplosan ini,” ujar Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi, Selasa (14/3/2017).

Agus tidak ingin, warga sekitar menjadi korban akibat kecerobohan dan tindakan spekulasi yang tidak bijak dari oknum penjual/penampung/pengedar Solar oplosan. Mudah-mudahan kejadian ini menyadarkan masyarakat seluruhnya, bahwa penanganan komoditas minyak memang harus dilaksanakan oleh ahlinya.

Lebih dari itu, upaya penertiban dan tindakan pencegahan atas penimbunan minyak oplosan di Kabupaten Tuban sejauh ini sudah intensif. Sekaligus sudah baik dilaksanakan oleh petugas kepolisian setempat.

Hanya saja memang oknum masyarakat yang secara sengaja mendistribusikan minyak olahan sendiri, atau oplosan masih saja ada yang mengabaikan. Otomatis tindakan pencegahan dan sosialisasi tidak bisa hanya dilakukan oleh petugas, tetapi secara bersama.

Baca Juga :   Kontraktor Diminta Berikan Hak Pekerja

“Melibatkan aparat pemerintahan daerah setempat, dibantu kalangan media yang men-sosialisasikan dampak sosial & lingkungan yang bisa ditimbulkan apabila terjadi kebakaran,” imbuh pria humanis tersebut.

‪Pasca sosialisasi Undang-undang (UU) Minyak dan Gas Bumi (Migas) kepada pengolah, penambang, dan perengkek Solar di Tuban beberapa waktu lalu, Pertamina EP Asset 4 dan Polres Tuban telah sharing data.

Data tersebut berisi titik sebaran penyulingan Solar, penjualannya, hingga asal minyak mentah.‬ Catatannya kios Solar di Kecamatan Bancar, sebagian besar disuplai oleh perengkek dari Sumur Tua Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, Jawa Timur.

“‪Titik pengolahan solar yang kami tengarai masih ramai adalah di daerah Bancar, sekaligus penjualannya,” jelasnya.

Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, juga telah berkomitmen menertibkan usaha ilegal di Jalur Pantura Tuban. Upaya tersebut akan lebih mudah dilakukan, setelah lembaganya memgantongi data pengolah Solar dari Pertamina.

‪”Sudah kita beri sosialisasi, apabila masih beroperasi silahkan tanggung resikonya,” tegasnya.‬

‪Selain di Kecamatan Bancar pengolahan Solar ternyata juga masih marak dijumpai di Kecamatan Senori, Jatirogo, dan Bangilan. Jumlahnya sudah berkurang pasca terjadinya kebakaran dua kali dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga :   Mobilisasi Alat Pemboran Gas JTB Akan Libatkan 2 Polres

“Semula ada 100 pengolah di Desa Kaligede, kini tinggal 40 penyuling,” bebernya.

‪Data terakhir yang dihimpun suarabanyuurip.com di lapangan, penyebaran Solar oplosan masih marak di sepanjang jalur Pantura Kecamatan Tambakboyo-Bancar. Dari 30 kios yang menjual Solar, 15 diantaranya beroperasi di Desa Sukolilo.‬

‪Sedangkan untuk jumlah perengkek yang masuk ke wilayah Tuban juga tidak sedikit. Mulai pukul 15:00-18:00 WIB tidak kurang dari 60 perengkek membawa minyak dari Sumur Tua Wonocolo melintasi Desa Banyuurip, Senori kemudian dibawa ke wilayah Pantura Tuban. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *