GMNI Tuban Beri Kado untuk Negeri

GMNI Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pada momentum dies natalis (ulang tahun)-nya yang ke-63, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tuban, Jawa Timur, langsung memberikan kado untuk negeri. Kado tersebut berupa buku yang berjudul “Hukum dan Globalisasi”, yang ditulis langsung oleh alumni GMNI, Muhammad Ali Shodikin.

“Kami ucapkan terimakasih atas dedikasi penulis buku memberikan hadiah di usia GMNI yang tua ini,” ujar ketua DPC GMNI Tuban, Nabrisi Rohid, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di Jalan AKBP Suroko, gang Ikhlas, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, Kamis (23/3/2017).

Bung Naha sapaan akrab Nabrisi Rohid mengungkapkan, isi buku itu mengkaji dan menganalisa secara mendalam tentang penerapan teori Economic Analysis of Law (Analisis ekonomi akan hukum), dalam ruang lingkup kebijakan. Sekaligus implementasi tentang globalisasi di Indonesia.

Buku panduan yang disusun secara sistematis dan komprehensif mengani teori kontemporer, juga sangat diperlukan sebagai referensi mahasiswa Strata 1 (S1). Dalam penyususnnya disertai riset empiris dalam bidang hukum dan ekonomi.

Baca Juga :   Jembatan Menuju J-TB Jebol

Dilengkapi pula beberapa contoh perkembangan hukum, mulai kedudukan hukum kepemilikan properti warga negara asing di Indonesia. Ditambah analisis kebijakan politik dan ekonomi dalam pengendalian distribusi produk impor.

“Penulis saat ini mengabdikan ilmunya di Unirow Tuban,” imbuh aktivis asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini.

Acara ulang tahun yang dikemas sederhana ini, ditandai dengan penyerahan buku dari penulis kepada ketua DPC GMNI Tuban, alumni, dan tokoh masyarakat setempat. Disusul diskusi ringan yang membahas isu Nasional, maupun lokal yang sifatnya pro rakyat. Diakhiri pemotongan tumpeng dan makan bersama.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Koordinator Daerah (Korda) GMNI Jawa Timur, Nibrosu Rohid, menambahkan sebagai organisasi yang tidak muda lagi sudah sepatutnya dies natalis ini dirayakan bersama rakyat. Sebagai kader GMNI memiliki kewajiban mengemban amanah untuk membangun bangsa.

“Harmonisasi antara kader GMNI, alumni, dan masyarakat harus diperkuat di era globalisasi saat ini,” sambung pria yang baru mengakhiri masa lajangnya pada tanggal 11 Maret 2017 itu.

Bung Niha sapaan akrabnya berharap, semoga GMNI kedepan mampu mempertahankan eksistensinya dalam mengawal Negara Republik Kesatuan Indonesia (NKRI). (Aim)

Baca Juga :   Wajib Pajak Mojodelik Banyak Berpindah Tangan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *