Pemkab Diminta Segera Inventarisir Kebutuhan Kilang

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menjelang dimulainya pekerjaan konstruksi Kilang pengolahan minyak di Kecamatan Jenu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Tuban, meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat segera menginventarisir kebutuhan kilang. Data tersebut nantinya harus segera diintregasikan dengan jurusan di masing-masing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Sebelum Kilang beroperasi tahun 2022 Pemkab harus sudah menyiapkan tanaga kerja dari lulusan SMK,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Edy Sukarno, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (28/3/2017).

Pria kelahiran Lamongan itu menilai, lulusan Pendidikan Menengah (Dikmen) di Tuban belum sepenuhnya siap menyambut geliat industri. Mindset jumlah lapangan kerja yang tidak sebanding dengan pencari kerja harus mulai dibongkar. Padahal kenyataannya spesifikasi lulusan yang ada, tidak memenuhi dengan kebutuhan industri.

Realitas inilah yang harus segera disikapi serius oleh jajaran eksekutif. Jangan sampai ketika kilang mulai membutuhkan tenaga kerja, ternyata lulusan Bumi Wali (sebutan lain Tuban) belum siap.

Sejalan dengan upaya tersebut, masing-masing sekolah juga diminta membenahi internal maupun eksternalnya. Perbaikan sisi internal mulai kualitas, budaya, sampai keahlian tenaga pendidik, dan peserta didik. Sedangkan sisi eksternalnya harus menjalin kerja sama dengan industri maupun Perguruan Tinggi.

Baca Juga :   DPRD Jatim Sri Wahyuni Sidak SMAN 1 Bojonegoro

“Pilar pendidikan harus bersinergi mulai pemerintah, keluarga, dan masyarakat,” imbuh pria yang pernah mengajar di SMK TJP, SMKN 3, dan SMKN Montong, Kabupaten Tuban ini.

Lebih dari itu, Edy juga berkeinginan Pemkab menggelar diskusi santai bersama pengambil kebijakan perusahaan, LSM, aktivis pendidikan, dan manajemen sekolah dalam Forum Jejaring Industri Daerah (FJID). Hal ini untuk menyingkronkan apa saja kebutuhan industri, dengan kurikulum yang disiapkan di setiap lembaga pendidikan.

Menyikapi permintaan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, mengaku telah memetakan kebutuhan kilang Tuban. Pemetaan ini sangat penting untuk melihat peluang keterlibatan putra-putri Bumi Wali di industri skala Internasional itu.

Saat ini Pemkab telah bersinergi dengan Pertamina untuk memberikan pendidikan ketrampilan kepada calon tenaga kerja. Bekal tersebut secara estafet bakal disesuaikan dengan kebutuhan kilang.

“Serupa juru ukur, alat berat, safety, dan tenaga keamanan,” jelasnya.

Budi optimis posisi tersebut, sangat mungkin diambil oleh tenaga Tuban. Asalkan ketrampilannya sesuai kebutuhan kilang yang membutuhkan lahan seluas 340 hektar di empat desa. Mulai Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu.

Baca Juga :   Bermodal Google Maps, Mahasiswa Unigoro Ciptakan Peta Bencana Longsor di Desa Tengger

Seiring dengan peningkatan kualitas lulusan SMK, Pemkab Tuban tahun ini bakal membuka jurusan teknik pengolahan minyak di SMKN 1 Tuban. Secara berkesinambungan bakal diikuti oleh SMK TJP, SMK YPM 12, SMKN 3, SMKN Tambakboyo, SMKN Jatirogo, dan SMKN Palang.

Perlu diketahui, jadwal sementara peletakan batu pertama kilang Tuban paling cepat bulan Juli 2017 oleh Presiden Joko Widodo. Setelah itu dimulai tahap pembangunan kontruksi, dan tahun 2002 mulai produksi. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *