SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sebelum ada perjanjian kontrak di bidang pendidikan bersama Pertamina-Rosneft, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, cabang Kabupaten Tuban belum berani membuka jurusan perminyakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tuban. Padahal jurusan baru ini diharapkan menjadi jembatan lulusan SMK, terlibat dalam pengolahan minyak mentah di Kilang Tuban tahun 2022.
“Sampai kini kami menunggu perjanjian itu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Edy Sukarno, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantornya Jalan Panglima Sudirman Tuban, Rabu (3/5/2017).
Tanpa adanya kontrak, membuka jurusan baru berarti sia-sia. Sekarang sudah waktunya kita mengukur apa yang dibutuhkan pasar. Jangan hanya mencerdaskan generasi muda saja, tapi juga memikirkan lapangan kerja yang tersedia.
Setelah bupati menginginkan ada jurusan perminyakan di wilayahnya, Edy langsung tancap gas koordinasi dengan berbagai pihak. Sementara yang kini sedang disiapkan mulai sarana prasarananya, hingga pendidiknya.
Baru setelah ada kontrak bidang pendidikan, pihaknya baru bisa membuka pendaftaran siswa baru. Praktisnya, mantan kepala sekolah SMKN Montong ini ingin segera ada kepastian antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan investor Kilang Tuban.
“Kalau ada jaminan lulusan jurusan perminyakan direkrut di Kilang tentu akan lebih bagus masa depannya,” tegasnya.
Terpisah, menjelang peletakan batu pertama Kilang pada bulan Juli 2017, Bupati Tuban, Fathul Huda mengaku, belum menjalin kontrak hitam di atas putih dengan Pertamina-Rosneft.
Sejak sosialisasi Amdal pada bulan Januari 2017, baru sebatas komitmen kerjasama dibeberapa bidang. Mulai pemberdayaan masyarakat, pelatihan peserta didik, hingga melibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Minyak dan Gas pada industri hilir Migas.
Saat ini bupati juga beru menerjunkan tim surveyor ke desa ring 1 Kilang. Rekomendasi sementara baru sebatas peluang kerja yang dapat diambil oleh masyarakat sekitar.
“Tim surveyor akan memantau berkala setiap tahun perkembangan masyarakat ring Kilang,” terang Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Area Manager Communication dan Relation PT Pertamina MOR V (Jatim, Bali dan Nusa Tenggara), Heppy Wulansari, belum berkenan memberikan komentar terkait kontrak Pertamina-Rosneft bidang pendidikan di Tuban.
Terkait akan berdirinya Kilang minyak di Kecamatan Jenu, Kepala SMKN 1 Tuban, Basuki, telah menyiapkan diri dengan membuka jurusan teknik pengolahan minyak. Apabila tidak ada kendala, lembaganya bakal mulai menerima siswa baru pada periode 2017/2018.
“Mudah-mudahan Pemkab Tuban dapat memberikan dukungan penuh,†sambungnya.
Rencana awal, setelah SMKN 1 Tuban berhasil enam sekolah lainnya bakal menyusul membuka jurusan yang sama. Diantaranya SMKN 3, SMKN Jatirogo, SMK Taruna Jaya Prawira (TJP), SMK YPM 12, SMKN Tambakboyo, dan SMKN Palang. (Aim)