"Nginter Bareng Mas Arif" di Sungai Bengawan Solo

Ngiter bengawan solo

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Cara unik dilakukan bakal calon bupati (Bacabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Arief Januarso. Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) yang menaungi Universitas Bojonegoro (Unigoro), itu menggelar acara “Nginter Bareng Mas Arief” di Sungai Bengawan Solo, Minggu (7/5/2017).

Mas Arief-sapaan akrab Arief Januarso- mangusung filosofi air dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bojonegoro. Menurut dia, filosofi air ini menggambarkan tiga hal yang mulia yakni mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Sifat air ini dapat dianlogkan sebagai sikap rendah hati.

“Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani rakyatnya,” kata Mas Arief membuka perbincangan dengan suarabanyuurip.com saat berada di Bendung Gerak Desa Padang, Kecamatan Trucuk dalam acara “Nginter Bareng Mas Arief”.

Kemudian air memiliki sifat selalu mengisi ruang yang kosong. Sifat ini jika dianlogkan memiliki arti sebagai manusia harus dapat mengisi kekurangan-kekurangan yang ada.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” tegas pria yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unigoro itu.

Air juga memiliki sifat selalu mengalir ke muara. Hal ini memiliki arti, hidup haruslah memiliki tujuan, dan konsisten kepada tujuannya.

“Meskipun banyak hambatan, air tetap konsiten. Ia tetap akan sampai pada muaranya,” ucap pria kelahiran Bojonegoro, 30 Januari 1973 itu.

Selain itu, bagi calon bupati yang memiliki slogan ” Dari Unigoro untuk Bojonegoro” ini, air merupakan salah satu pendukung utama dalam menjaga ketahanan pangan di Bumi Angling Dharma-sebutan lain Bojonegoro.

Baca Juga :   Wabup Budi Irawanto Resmikan K-Noman Campurejo Ikon Desa Berdaya Jatim

“Saat kita berbicara tentang ketahanan pangan, yang patut untuk diselamatkan lebih dulu adalah air. Kalau kualitas airnya bagus, pengelolaannya bagus, tentu pertaniannya akan berjalan dengan bagus. Dengan begitu kita dapat menjaga ketahanan pangan Bojonegoro,” kata Mas Arief, menjelaskan.

Karena itulah bidang pertanian akan menjadi salah satu program unggulannya ketika nanti terpilih menjadi Bupati Bojonegoro.

“Apalagi mayoritas masyarakat Bojonegoro adalah petani. Jadi air harus benar-benar dikelola dengan baik untuk meningkat produksi pertanian,” tandasnya.

“Untuk itu, kami nanti akan melakukan uji tanah di masing-masing kecamatan untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai. Karena setiap kecamatan memiliki kontur tanah yang berbeda,” lanjut Mas Arief.

Dipilihnya Sungai Bengawan Solo untuk kegiatan “Nginter Bareng Mas Arief”, ini dikarenakan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut merupakan salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat Bojonegoro. Baik untuk pertanian, industri, maupun jalur publik.

“Sejak dulu kehidupan masyarakat Bojonegoro tidak bisa lepas dari Bengawan Solo. Itu tidak bisa dipungkiri,” tegasnya.

Nginter Bareng yang dilakukan Mas Arief ini juga sebagai bentuk ritual untuk memantapkan niatnya maju dalam pesta demokarsi lima tahunan di Bojonegoro pada Februari 2018 mendatang ini. Yakni mengelilingi wilayah Bojonegoro sebelum perhelatan Pilkada dimulai.

Cara tersebut lazim dilakukan oleh para kepala desa di Bojonegoro. Dimana setiap calon kepala desa yang akan maju dalam pilkades pasti akan mengeliling desanya lebih dulu.

Baca Juga :   Kunker di Bojonegoro, Menpora : Sudah Terima Proposal Renovasi Stadion Senilai Rp300 Miliar

“Adat seperti ini masih dipegang kuat di Bojonegoro. Karena itu tak bisa ditinggalkan. Intinya kita meminta restu,” sambung Soenandar HP, salah satu tim Mas Arief.  

Karena itu, selain Nginter Bareng di Sungai Bengawan Solo, rencananya Mas Arief juga akan napak tilas di tanah Solo Valley yang membentang mulai Ngraho hingga Baurno, dan di Waduk Pacal.

Disamping ritual, napak tilas ini juga untuk mengenang kembali bagaimana Pemerintah Belanda kala itu merencanakan pengelolaan air yang bagus melalui pembangunan Waduk Pacal dan tanah Solo Valley untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.   

“Solo vally selama ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. Karena itu bagaimana kita nanti akan bekerjasama dengan pemerintah pusat mendorong agar bisa menghidupkan solo vallay untuk memberi kehidupan bagi masyarakat,” pungkas Soenandar.

“Nginter Bareng Mas Arif” ini dimulai dari Bendung Gerak dan berakhir di Taman Bengawan Solo (TBS) dengan dikawal satu perahu boat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Sebelum acara dimulai dilakukan “brencah ambeng” bersama warga sekitar. Perahu yang membawa rombongan juga lebih dulu singgah di tambangan Ledok Kulon dan Banjarsari sebelum sampai di TBS.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *