Pekerja di PHK, Pompa SPU Meledak

Pompa meledak

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Letupan keras terjadi pada salah satu unit Pompa Sentrifugal (horizontal Pump water sistem / HPWS) di Stasiun Pengumpul Umum (SPU) lapangan operasi KSO Pertamina EP – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) Distrik II Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Letupan tersebut sempat menarik perhatian para pekerja (buruh) yang masih melaksanakan aksi mogok kerja total. Pasalnya, pada kondisi tersebut tidak ada tenaga operator yang berjaga di lokasi. 

Buruh yang datang justru mengabadikan letupan yang disertai semburan air. Tidak lama berselang, datang petugas dari PT GCI untuk melakukan pengecekan dan perbaikan. 

“Seharusnya memang harus ada petugas yang berjaga termasuk untuk mengoperasikan pompa,” kata Setyo Budi Pratomo, ketua Basis Nglobo, Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Minggu (7/5/2017). 

Menurutnya, pekerja yang seharusnya bertugas pada fungsi tersebut harus menerima nasib Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh subkon dari Vendor PT GCI. “Mereka dari PT Centra Indo Teknik (CIT), penanggung jawab puluhan tenaga kerja limpahan Pertamina EP,” katanya. 

Baca Juga :   Tatik, Pahlawan Batik dari Desa Ring 1 Lapangan Migas Pertamina Sukowati

CIT adalah subkon dari Vendor GCI, PT Jati Adira Jasa (JAJ), penyedia unit pompa, termasuk pompa injeksi air. JAJ hanya punya unit pompa, namun tidak punya tenaga kerja. Sehingga JAJ melakukan kontrak dengan CIT. Dengan dalih efesiensi, JAJ melakukan pemutusan kontrak dengan CIT. Sehingga pekerja terkena imbas dari pemutusan kontrak tersebut. 

“Semula kontrak pekerja selama satu tahun, namun baru berjalan tiga bulan, CIT melakukan PHK secara sepihak. Tapi tidak ada surat PHK maupun pemberitahuan pemberhentian pekerja. Tiba-tiba PT CIT ini menghilang begitu saja, tanpa menyelesaikan tanggungjawabnya. Hanya selembar kertas sebegai pemberitahuan bahwa JAJ melakukan pemutusan kontrak kerja dengan CIT,” terangnya. 

Budi menambahkan, dengan putusnya kontrak antara JAJ dengan CIT, maka unit pompa milik JAJ tidak bisa beroperasi lantaran tidak ada pekerja yang mengoperasikan.

“Yang mengalami ledakan itu merupakan Asset Pertamina. Kalau GCI sendiri sebenarnya tidak memiliki Asset apapun dalam operasinya,” ujarnya. 

Selain SPU yang terdapat unit pompa tersebut, lokasi lain yang sering ditinggal adalah Power Plant (PP). “Karena memang buruh sedang mogok dan karyawan organik yang memegang kendali,” pungkasnya. 

Baca Juga :   Proyek Banyuurip Jangan Gunakan Material Ilegal

Yeni Hartati, Eksternal Relation PT GCI, secara terpisah menjelaskan, bahwa di Nglobo ada perbaikan bearing feeding Pump.

“Itu perbaikan ada gesekan sehingga keluar asap. Jadi bukan ledakan. Tadi sedang ada perbaikan heavy equipment keluar asap itu wajar,” ujarnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *