SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Seratusan warga Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, melurug kantor desa setempat, Senin (15/5/2017). Mereka menuntut kepala desa (Kades) setempat, Trimo Hadi diproses secara hukum ditengarai banyak melakukan penyimpangan.
Demo ini dilakukan warga dari dua dusun yaitu Dusun Kepoh dan Dusun Kemlagi. Warga datang membawa spanduk dan karton berisi tulisan tuntutan dan hujatan pada kades sambil berteriak-teriak di kantor desa sekira pukul 9.15 WIB.
Beberapa tuntutan yang diusung warga diantaranya pertanggungjawaban kades terhadap dana pembangunan yang dinilai tidak transparan, penyelesaian bengkok perangkat yang belum tuntas, proses pengisian perangkat desa harus terbuka dan segera dibentuk panitia.
Kemudian pelayanan masyarakat harus di kantor desa, membuat laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) setiap akhir tahun, beras untuk warga miskin (raskin) yang diduga dijual tahun lalu.
“Trimo Hadi harus diproses hukum,†teriak warga.
Sayangnya selama demo berlangsung, kades dua periode (Trimo Hadi,red) tidak berada di kantor desa. Warga hanya ditemui Sekretaris Desa (Sekdes) Atekan dan beberapa perangkat desa.
Namun kedatangan dua perangkat desa itu ditolak warga. Warga ingin Trimo Hadi yang menemui mereka.
“Kami minta Trimo datang untuk mempertanggungjwabkan perbuatanya. Jika tidak datang kami tidak akan meninggalkan kantor desa. Kami tidak mau diwakili Carik,” kata Koordinator lapangan (Korlap) demo, Masiran.
Menanggapi permintaan itu, Sekdes Bulumargi, Atekan mencoba menenangkan warga. Dia menjelaskan jika kades tidak bisa datang karena sedang bertakziah di familinya di Surabaya.
“Apa yang menjadi aspirasi warga akan saya sampaikan nanti kepada pak kades, karena saya tidak memiliki kewenangan,†ucap .
Mendapat jawaban tersebut, emosi warga semakin memuncak.Mereka menuntut sekdes segera mencari dan mendatangkan Kades Trimo saat itu juga.
Untuk meredam emosi warga, sekira pukuk 11.30 WIB, sekdes bersama Babinsa Serka Sunarno dan Babinkamtibmas Brigadir Sumarsono dengan perwakilan warga mendatangi rumah kades yang berjarak sekitar 500 meter dari kantor desa.
Namun saat tiba di rumah kades mereka tidak mendapatkan Trimo Hadi di rumah. Saat nomer telepon genggam (Telgam) kades dihubungi tidak aktif. Mereka pun lantas kembali menemui dan menyampaikan kepada pendemo.
Emosi warga mereda setelah beberapa tokoh masyarakat meminta warga untuk bersabar. Namun warga memutuskan akan melakukan demo di kantor kecamatan jika kades tidak segera mempetangungjawabkan perbuatanya.
Sekira pukul 13.30 WIB warga membubarkan diri. Selama demo berlangsung dikawal satu regu TNI, satu SSK Polres Lamongan, dan satu regu Trantibum Babat.(tok)