Enam Warga Jenu Diklat di PPSDM Cepu

soni kurniawan

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Sebanyak enam pemuda asal Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM) Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah, sejak awal bulan Mei 2017. 

Pelatihan ini bentuk langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dalam meningkatkan SDM warganya menjelang berlangsungnya proyek pengolahan minyak mentah Kilang Tuban.

“Awal bulan ini kami telah mengirim enam orang yang lolos seleksi,” ujar Sekretaris Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Tuban, Soni Kurniawan, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (16/5/2017).

Awalnya ada 30 orang sekitar Kecamatan Jenu yang dikumpulkan. Tepatnya tanggal 10 Mei 2017 kemarin, Soni bersama pihak PSDM Cepu menyeleksi tinggal 15 orang. Dari jumlah tersebut yang lolos tes dan interview hanya ada enam orang.

Terbatasnya jumlah warga yang dikirim ini juga berkaitan dengan minimnya APBD Tuban yang tersedia. Hanya saja, pemberian keterampilan warga sekitar Kilang akan berkelanjutan.

Baca Juga :   PIEP Catat 11 Tahun Tanpa Lost Time Incident di Lapangan MLN - Aljazair

Beberapa pelatihan yang diterima diantaranya, membuat scaffolding (perancah), Welding (pengelasan), dan mengoperasikan forklift (angkutan multimoda). Selama tiga bulan enam warga lokal tersebut harus lolos dalam sertifikasi kompetisi.

“Sinergi ini minimal menjadi awal komitmen Pemkab meningkatkan SDM warganya,” imbuh pria ramah ini panjang lebar.

Dari enam orang, sebagian ada yang langsung Diklat bulan ini. Sisanya menunggu bulan Juni, tapi untuk masa pelatihannya sama yakni minimal 90 hari.

Soni mengaku sudah melakukan pendataan calon tenaga kerja usia produktif. Hasilnya ada sekira 900 orang lebih yang perlu dididik dan dikembangkan kemampuannya.

Sementara data yang sudah masuk, pihaknya masih perlu memverifikasi ulang. Mulai jenis lulusannya, serta basis pendekatan yang digunakan.

“Berhubung Rosneft masih panjang sekarang kita sedang menyiapkan tenaga pra kontruksi,” jelasnya.

Berbicara kualifikasi naker, menurut dia, tentu ada tenaga tidak terdidik dan terdidik. Untuk naker unskil tanpa pendidikan, nantinya dibutuhkan dalam pekerjaan pembersihan lapangan, maupun juru ukur tanah.

Sedangkan untuk naker skill akan terlibat dalam pekerjaan security, maupun dirver. Naker kedua inilah yang perlu didukung dengan pendidikan, dan pengalaman sesuai bidangnya.

Baca Juga :   Rexy : Kita Tetap Komitmen Laksanakan 6 Item

Diharapkan segera ada perjanjian naker antara Pemkab Tuban dan Pertamina-Rosneft untuk segera mengetahui jenis pekerjaan, sekaligus menyiapkan SDM pendukungnya.

Tak hanya itu, Pertamina- Roseft juga berjanji memberikan beasiswa bagi pelajar tingkat SMA sederajat yang berprestasi. Diantaranya melanjutkan jenjang diploma 2 dan 3. 

Sekretaris Camat Jenu, Suwoto, mengapreasi sinergi antara Pemkab bersama PPSDM Cepu. Diharapkan kedepan tidak hanya sekali saja diklatnya, tapi dapat berkesinambungan (sustainable). (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *