SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, tahun ini menggandeng Tertiary Irrigation Technical Assistance (TIRTA) untuk meningkatkan pendapatan petani setempat. Sinergi perbaikan sistem irigasi tersebut, sementara bakal difokuskan di lima kecamatan tepi Bengawan Solo.
“Kalau kebutuhan air cukup, tentunya produksi petani juga akan meningkat,†ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, Kamis, (18/5/2017).
Kerjasama ini diharapkan membawa dampak yang positif bagi pemkab dan masyarakat petani. Dimana peran swasta (TIRTA) mampu meningkatkan pendapatan petani, melalui peningkatan produksi dengan cara memperbaiki sistem irigasi.
Terlebih secara keseluruhan wilayah Kabupaten Tuban masuk pada posisi kriteria kering. Pada musim hujan termasuk curah hujan tipe F. Artinya kering sekali yang meliputi wilayah Kecamatan Kenduruan, Kerek, Montong, Semanding dan Tuban Kota.
Sedangkan untuk wilayah bantaran Bengawan Solo sudah ada persediaan air saat musim kemarau. Diakuinya permasalahan pengairan tersier melalui pompanisasi memerlukan biaya mahal, sehingga otomatis berdampak pada biaya produksi.
Adanya program ini diharapkan mampu memberikan pendampingan dalam pengelolaan manajemen. Sekaligus efisiensi irigasi untuk menekan biaya produksi yang lebih murah.
Catatan Bappeda Kabupaten Tuban, sampai sekarang sudah ada 60 stasiun pompa primer mencakup 6.540 hektare lahan. Terpusat di wilayah bantaran Bengawan Solo yang dikelola oleh kelompok HIPPA.
“Targetnya tahun ini bisa muncul potensi perluasan layanan irigasi yang menyasar pada wilayah yang lain,” imbuh Noor Nahar.
Sementara Program Manager TIRTA, Ricard Ardana, menjelaskan, sebelum proyek dimulai pihaknya harus mengetahui kondisi irigasi di Tuban dahulu. Tak kalah pentingnya menyinergikan pemahaman bersama para pemangku kepentingan di Tuban.
“Setelah mengetahui kondisi riil TIRTA bakal menentukan solusi yang tepat, efektif, dan efisien,” sambungnya.
Perlu diketahui, TIRTA menjadi salah satu bagian dari program aip-rural yang fokus di Indonseia Timur. Program ini bergerak di bidang irigasi tersier, khususnya irigasi pompanisasi.
TIRTA sendiri bertujuan untuk meningkatkan akses ke sumber daya air bagi petani kecil. Selain itu memudahkan petani di wilayah Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan untuk meningkatkan proyektifitas petani menjadi lebih baik.
Program tersebut juga untuk meningkatkan pendapatan bersih bagi 10 ribu rumah tangga pertanian sebesar 60 persen. Melalui peningkatan efisiensi serta kelayakan teknis dan ekonomi setidaknya pada 33 proyek irigasi tersier.
Lebih dari itu, program kerja sama Pemerintah Australia, The Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) dengan Pemerintah Indonesia ini, yang diwakili Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di bawah Dirjen Sumber Daya Air. (Aim)