Produksi Padi Bojonegoro Sekitar Migas Kedung Keris Jeblok

Lapangan KDK
TERSERANG PENYAKIT: Produksi padi sekitar lapangan minyak Kedung Keris, Blok Cepu di Desa Sukoharjo turun drastis.

SuaraBanyuurip.com – Hasil panen padi petani sekitar lapangan minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, jeblok. Produksi yang biasanya mencapai 8-9 ton per hektar (ha), pada panen tahun 2026 ini turun drastis menjadi 4 ton/ha.

Syaroni (48), petani setempat mengatakan, turunnya produksi padi sekitar migas Kedung Keris ini sebabkan tanaman padi terserang penyakit. Batang dan daun padi tidak tumbuh subur terlihat kering. Bulir padi tidak bisa tumbuh banyak.

“Kalau petani di sini nyebutnya kena penyakit asam-asaman,” kata Roni, panggilan akrabnya, dibenarkan Sutikno, petani lainnya ditemui suarabanyuurip.com di sekitar tapak sumur minyak Kedung Keris, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, penyakit tersebut menyerang hampir merata di tanaman padi di Desa Sukoharjo yang berada di sekitar lapangan minyak Kedung Keris. Akibat serangan penyakit itu produksi padi turun drastis dibanding musim panen sebelumnya.

“Panen musim kemarau kemarin bisa sampai 8 hingga 9 ton per hektarnya. Sekarang ini, sawah saya yang luasnya setengah hektar hanya keluar 2 ton, padahal biasanya bisa sampai 4 ton,” tutur Petani asal Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu itu.

Baca Juga :   Pj Bupati Bojonegoro : Penetapan Sukoharjo Sebagai Desa Penghasil Migas Tunggu Perbup Terbit

“Ibaratnya, sekarang ini sudah balik modal untuk tanam lagi sudah bagus,” lanjut Roni.

Petani menduga serangan penyakit tersebut disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi pada saat musim penghujan kemarin. Tanaman padi menjadi kelebihan air.

“Kalau musim kemarau justru hasilnya bisa maksimal, karena petani di sini menggunakan sumur sibel,” timpal Sutikno.

Panen padi sekitar migas kedung keris.
Petani sekitar migas Kedung Keris sedang memanen padi dengan blower.

Musim panen padi sekitar lapangan minyak Kedung Keris mulai berlangsung awal Maret 2026. Harga gabah kering sawah sekitar sekarang ini Rp 6.000 per kilogram (Kg). Harga tersebut tidak termasuk biaya kombi.

“Itu sudah lepas kombi. Petani terima bersih 6.000 perkilonya. Ada juga yang panennya pakai blower, tapi petani harus tambah biaya ongkos kerja tukang panennya,” lanjut Sutikno.

Sawah sekitar lapangan minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo sebagian besar dimiliki oleh warga Desa Ngujo dan Leran, Kacamatan Kalitidu.

“Meski buminya di Sukoharjo, tapi pemilik sawahnya mayoritas warga Ngujo. Bisa dibilang yang sebelah selatan jalan masuk migas Kedung Keris ini milik petani Ngujo, dan utaranya jalan warga Leran,” tutur Sutikno.

Baca Juga :   Penetapan Sukoharjo Sebagai Desa Penghasil Migas Bisa Tambah ADD

Sementara, Kepala Desa Sukoharjo, Sulistiyawan menambahkan, total luas lahan persawahan di desa mencapai sekitar 350 ha.

“Itu termasuk yang di sekitar lokasi tapak sumur Kedung Keris,” kata Sulis dikonfirmasi terpisah.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait