SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Idul Fitri pada 26-27 Juni 2017 mendatang, Polres Bojonegoro, Jawa Timur, mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk pelaksanaan Operasi Ramadniya 1438 H.
Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, menyampaikan, dalam rapat koordinasi tersebut turut mengundang Dandim 0813 Bojonegoro, Dansub Den POM Bojonegoro, Ka Satpol PP, Ka Dishub, Ka Dinkes Kabupaten, Ka Damkar, Kadis PU, Kepala BPBD, Kepala PLN, Ketua Orari, Ketua Senkom, Kepala PT. KAI, Kepala Telkom, Ketua Pramuka Saka Bhayangkara, Kepala RSUD, Ketua PMI, Kepala Jasa Rahardja, Kepala Basarnas, Kepala Kesbang Linmas, Kadis Solo Hilir, Pimpinan PKS dan Ketua Organda.
“Rapat dilakukan pada Rabu (7/6/2017) kemarin,” ujar Kapolres AKPB Wahyu S Bintoro, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (8/6/2017).
Rapat tersebut dilakukan jelang pelaksanaan Operasi Ramadniya untuk menyamakan persepsi antara Polres Bojonegoro dengan Instansi terkait saat melayani para pemudik yang melintasi jalanan di Kabupaten Bojonegoro.
“Saya berharap agar semua diniatkan untuk beribadah dan mencari pahala tanpa harus ada embel-embel yang lain,” ujarnya.
Tahun ini, Polres Bojonegoro akan meningkatkan lagi pelaksanaan operasi Ramadniya, mengingat pada 2016 lalu meraih juara 2 dalam penilian se-Polda Jatim Pos Pelayanan. Dalam keberhasilan mendapatkan juara tersebut, tentunya juga berkat kerja yang maksimal dari seluruh instansi yang turut terlibat dalam pelaksanaan operasi Ramadniya.
“Tahun ini kita lebih tingkatkan lagi atau setidaknya dipertahankan peringkat tersebut,” imbuhnya.
Setelah adanya inovasi pelayanan dari Polres Bojonegoro yaitu Crime Alarm System (CAS), diharapkan seluruh pihak telah mengunduh aplikasi tersebut di Play Store baik CAS Instansi maupun CAS Masyarakat, karena aplikasi CAS tersebut telah terkoneksi dengan ruang Command Center yang ada di Polres Bojonegoro dan seluruh anggota Polres Bojonegoro. Dengan adanya CAS juga, dapat dengan cepat merespon jika terjadi sesuatu di jalan maupun dilingkungan masyarakat yang telah dilaporkan masyarakat melalui aplikasi CAS karena di dalam aplikasi terdapat peta lokasi kejadian.
“Dengan CAS anggota yang berada di dekat dilokasi bisa langsung merespon dengan cepat setelah adanya laporan,” pungkasnya.(rien)