SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Anshor Tuban, Jawa Timur, menggelar konser Kesatria Ramadhan bersama Wali Band di Alun-alun setempat. Semaraknya gelaran pada bulan yang penuh berkah ini, masyarakat diajak untuk menjadi kesatria dengan menjaga kesabaran.
“Hiburan Wali Band ini untuk rakyat Bumi Wali (sebutan lain Tuban) semoga dapat menjadi kesatria Ramadan,” ujar Ketua Umum PC GP Anshor Tuban, Syafiq Syauqi, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Alun-alun Tuban, Jumat (16/6/2017) malam.
Menantu Bupati Tuban, Fathul Huda ini juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dan penonton yang tertib. Marilah di bulan ini menjadi ksatria Ramadhan dengan menjaga kesabaran, sebab puasa itu mendidik sifat sabar.
Selain menghadirkan grup musik papan atas, Gus Syafiq sapaan akrabnya juga membagikan 1.000 takjil kepada penonton yang telah mengantre sejak pukul 16:30 WIB. Setelah itu, baru memberikan santunan anak yatim.
Pantauan di lokasi, ada perubahan jadwal mendadak dari Event Organizer (EO) Apache yang banyak membuat penonton kecewa. Awalnya Faang dkk dijadwalkan manggung mulai pukul 16:30 WIB, tapi rombongan baru tiba di Tuban setelah berbuka puasa.
Akhirnya GP Anshor selaku penyelenggara acara langsung membagikan takjil sebelum berbuka puasa, disusul pemberian santunan. Konser baru dimulai secara resmi setelah Sholat Tarawih.
Animo fans Faang dkk terus berdatangan. Tak pelak, jika semua akses jalan menuju lokasi konser macet total. Satu persatu Wali Band menyanyikan lagu andalannya.
Penonton pun terbuai mendengar Faang melantunkan lagu pertamanya berjudul “Hidup indah bila mencari berkahâ€. “Tuban cinta damai,†sapa Faang vokalis Wali Band diatas panggung.
Tepat pukul 22:12 WIB konser ksatria Ramadan rampung. Fans Wali Band yang akrab disapa para wali puas mendengarkan delapan lagu idolanya secara langsung.
“Senang bisa melihat Wali Band ikut ngabuburit di Tuban,” ujar Fatimah salah satu para wali asal Kecamatan Semanding.
Perempuan berkacamata itu gembira konser idolanya tidak diwarnai aksi ricuh. Semoga kondusifitas ini juga terbawa pada konser-konser berikutnya di Tuban.
Hampir separuh penonton sudah bubar, mendadak suasana menjadi histeris. Keributan bukan aksi tawuran fans, tapi justru antara oknum Brimob dan oknum Banser. Diduga ada kesalahpahaman soal logistik.
“Tak tau apa penyebab pastinya tapi diduga soal hal sepele,” pungkas Choiruddin penonton yang masih berada di lokasi. (Aim)