SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Puluhan pekerja lokal proyek pipa gas Gresik – Semarang (Gresem) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan protes kepada kontraktor Pertamina Gas (Pertagas), Konsorsium WiJaya Karya (Wika) – Rabana – Kelsri, Senin (17/7/2017). Gara-garanya, mereka kehilangan pekerjaan dan tidak mendapat uang makan setelah perusahaan tersebut memutus kontraktor subkontraktornya, PT Antajaya yang selama ini menaungi para pekerja. Â
Salah satu pekerja asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Agung mengungkapkan, dirinya bersama 22 orang lainnya telah bekerja di bawah naungan PT Antajaya sejak bulan November 2016 lalu. Mulai dari pengelasan, penanaman pipa, hingga finishing sepanjang 14 kilometer.Â
“Entah kenapa, tiba-tiba PT Antajaya tidak lagi menjadi sub kontraktor Konsorsium Wika-Rabana-Kelsri. Otomatis kita nganggur bulan ini, apalagi uang makan belum diberikan,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com ditemui di lokasi proyek dekat pintu masuk Kota Bojonegoro sebelah barat.
Pria 35 tahun ini mengaku, sejak satu bulan terakhir atau tepatnya Juni 2017, pemberian gaji oleh perusahaan dilakukan dengan cara mengangsur. Belum selesai pemberian uang makan, tiba-tiba PT Antajaya diputus kontrak oleh Konsorsium Wika-Rabana-Kelsri selaku kontraktor Pertagas.Â
“Memang, seharusnya yang bertanggung jawab adalah PT Antajaya, tapi perusahaan ini dari luar Bojonegoro. Kami akan minta keterangan dari Konsorsium Wika-Rabana-Kelsri karena yang menggandeng PT ini,”imbuhnya.Â
Selain itu yang membuat resah pekerja adalah adanya kabar jika konsorsium Wika-Rabana-Kelsri merekrut perusahaan lain untuk menggantikan PT Antajaya. Namun belum ada kejelasan siapa saja tenaga kerja lokal yang akan dilibatkan dalam proyek tersebut.
“Otomatis, PT Antajaya habis kontrak, kami semua menganggur,” tukasnya.
Mereka berharap hak-hak pekerja segera diberikan dan ada kejelasan informasi kelanjutan pekerjaan penanaman pipa sepanjang 14 kilometer yang semula dikerjakan PT Antajaya.Â
Sementara itu, Humas konsorsium Wika-Rabana-Keslri, Wawan, belum memberikan konformasinya terkait hal tersebut.Â
Menurut salah satu karyawan konsorsium Wika-Rabana-Kelsri yang enggan menyebut namanya menyampaikan, meskipun kontrak PT Antajaya telah habis, namun pekerjaan penanaman pipa sepanjang 14 kilometer sampai saat ini masih berjalan.Â
“Ada yang masih bekerja, masalah lainnya saya tidak tahu,”imbuh pria berseragam yang tengah mengawasi pekerjaan di selatan rel kereta api turut Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro.(rien)