SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Para buruh di lingkungan kerja KSO Pertamina – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) hingga saat ini belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari Vendor penyedia tenaga kerja PT GCI. Jika dalam waktu yang ditentukan, pihak vendor tidak memberikan haknya, para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, menganacam akan melakukan mogok kerja.
“Tadi sudah dilaksanakan mediasi antara buruh, GCI dan Vendor,” kata Zukhri, Kepala Bidang Hubungan Industrial, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Blora, Jawa Tengah, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/7/2017).
Di menjelaskan, buruh menuntut dibayarkannya THR yang hingga saat ini belum diterima mereka. Padahal, seharusnya sebelum lebaran THR itu sudah diterima. Sesuai dengan Permenaker nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi para pekerja/buruh di Perusahaan.
“Dari hasil mediasi tadi, hari ini akan dibayarkan,” ujarnya.
Selain itu, para buruh juga meminta gaji yang telat dibayarkan. “Kalau untuk gaji sudah ada penyelesaian,” kata dia.
Pihaknya menambahkan, jika hari ini tidak dibayarkan para buruh mengancam akan melakukan mogok kerja. Namun dirinya berharap segera diselesaikan dan  besok (Jum’at 21/7/2017), para buruh tidak melakukan mogok kerja. “Mudah-mudahan tidak ada mogok,” terangnya.
Sebenarnya, lanjut dia, hal itu tidak perlu terjadi selama ada komitmen bersama. “Masing-masing pihak bisa menghargai komitemen itu,” jelasnya.
Ketua SPKP Cepu, Agung Pudjo Susilo, membenarkan terkait rencana mogok tersebut jika THR tidak segera diberikan. “THR harus selesai. Sesuai agenda besok, kita akan mogok kerja,” kata dia. Sebenarnya, lanjut dia, yang punya masalah terkait THR adalah PT Caraka Perdana Megah (CPM). “Yang punya masalah PT CPM, tapi mereka tidak datang dalam mediasi,” ungkapnya.
Rini Sutiasih, Asmen HR PT GCI, saat dikonfirmasi terkait telatnya pembayaran THR tersebut, pihaknya mengaku masih melakukan koordinasi dengan PT CPM.
“Terkait hal itu, kami masih koordinasi dengan PT CPM. Jika sudah ada informasi, akan kami sampaikan,” katanya melalui pesan singkatnya.
Sementara, dari PT CPM, belum memberikan keterangan sampai berita ini diturunkan. (ams)