Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Bojonegoro terima penghargaan

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2017 ini, cukup berkesan bagi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kabupaten yang dulunya endemis kemiskinan dan sekarang telah keluar dari 10 kabupaten termiskin di Jawa Timur, itu mendapat dua piagam penghargaan tingkat nasional yakni sebagai kabupatan/kota layak anak dan pelayanan ramah anak.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Puskesmas Bojonegoro dalam rangkaian HAN di Riau, Sabtu (22/7/2017) kemarin. Sedangkan puncak peringatan HAN dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara pada (23/72017).

Penghargaan ini diberikan karena Puskesmas Bojonegoro dinilai berhasil memberikan pelayanan ramah anak. Penghargaan diterima Kepala Puskesmas Bojonegoro, dr. Bayu.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada anak-anak,” kata dr. Bayu.

Sebelum pemberian penghargaan ini, Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Nasional melakukan verifikasi di Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 21 Juni 2017. Dari hasil verifikasi yang dilakukan, Bojonegoro dinilai layak mendapat penghargaan tersebut.

Baca Juga :   16 Bidang Lahan Ring Road Tuban Berakhir Konsinyasi

Sebab Bojonegoro memenuhi indikator pembangunan terkait anak yakni dengan indek pembangunan manusia (IPM ) 2016 yakni 66,17 dan pertumbuhan ekonomi di angka 5,99 persen. Sedangkan angka harapan hidup yakni 70,58 persen, angka melek huruf 98,99 dan angka kematian bayi di Bojonegoro di angka 35,00 persen.

Sementara untuk prevelensi gizi buruk 0,52 serta pendampingan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dapat diselesaikan sejumlah 64 kasus. Rata rata lama sekolah 7,24.

Untuk indikator KLA, Bojonegoro telah melakukan penguatan kelembagaan diantaranya adalah pembentukan pusat pelayanan perempuan dan anak (P3A), pembentukan gugus tugas KLA Kabupaten Bojonegoro. Pembentukan rumah pintar yang terintegrasi dengan Rumah Inovasi Cerdas. Pembentukan forum anak Kabupaten Bojonegoro dan pelatihan konvensi hak anak tentang sekolah ramah anak puskesmas ramah anak.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, Pemkab Bojonegoro terus meningkatkan anggaran pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pada tahun 2015 alokasi anggaran yang disediakan Rp1.531.834.971.916, kemudian meningkat menjadi Rp1.593.836.319.601 pada tahun 2016.

Sementara untuk kegiatan berperspektif gender dan anak di bidang pendidikan melalui beberapa program yakni Gerakan Ayo Sekolah (GAS), Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan bagi pelajar SMA sederajat sebesar Rp2 juta per anak per tahun, Adiwiyata mandiri, edukasi agroguna, pelatihan difabel, sekolah ramah anak dan rumah inovasi cerdas yang terintegrasi dengan 3 layanan rumah pintar, TBM dan Perpustakaan Desa.

Baca Juga :   Bojonegoro Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi

Di bidang kesehatan meliputi beberapa aspek yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro melalui Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), Kartu Posyandu Sehat (KPS), Poskestren, Sapa Keluarga Dengan Kasih (Sagasih), Kabupaten Welas Asih dan Puskesmas Ramah Anak.

Pencapaian KLA di Bojonegoro adalah deklarasi Kabupaten Bojonegoro sebagai KLA pada tanggal 25 November 2014. Kabupaten Bojonegoro mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama pada tahun 2015.

Di Bojonegoro sendiri telah terbentuk Forum Anak tingkat kecamatan dan desa di 12 kecamatan yakni Kalitidu, Sumberejo, Kedungadem, Baurno, Kepohbaru, Malo, Padangan, Kasiman, Sugihwaras, Bubulan, Kapas dan Ngambon.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *