Perlu Keseimbangan Berantas Narkoba

GARANSI Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Di tengah maraknya peredaran Narkoba di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Gerakan Berjamaah Melawan Narkoba dan Prostitusi (Garansi) merasa belum adanya keseimbangan antara pencegahan dan penindakannya. Selama ini pemberantasan terkesan lebih sering diexpose dibandingkan pencegahan Narkoba.

“Padahal lebih mudah mencegah daripada mengobati pemakai narkoba,” ujar Ketua Garansi Tuban, Abdul Majid Tamum, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (11/8/2017).

Penanganan masalah Narkoba terdiri dari pemberantasan (supply reduction/SR), dan pencegahan (demand reduction/DR). Sampai sekarang terbukti SR yang lebih sering di expose.

Melihat fakta tersebut, Majid secara pribadi ingin mengajak semua elemen untuk sepakat. Salah satu musuh yang diungkapkan banyak pihak adalah penyalahgunaan narkoba oleh masyarakat. Dimana yang disasar utamanya adalah generasi penerus, antara umur 16 sampai 36 tahun yang notabene anak cucu kita.

Menyitir beberapa masukan dari berbagai pihak yang ada di GARANSI, masalah yang nyata sekarang ialah “Narkoba belum menjadi musuh bersama”. Masih ada beberapa, atau banyak pejabat struktural dalam pemerintahan yang kurang peduli dengan masalah Narkoba.

Sekalipun Presiden Jokowi sudah menyatakan ‘Indonesia Darurat Narkoba’. Indikatornya, setelah 6 Perintah Presiden tanggal 11 Februari 2016, baru BNN, POLRI, TNI, BEA CUKAI, DEPSOS yang terus berbuat.

“Bagaimana dengan yang lain?,” tanya Majid.

Baca Juga :   Minta Pengaspalan Jalan Menuju Ledok Dipercepat

Pengamatannya para tokoh agama, organisasi keagamaan juga belum maksimal mengatakan bahwa Narkoba itu ‘Haram’. Hal ini karena pemahaman ‘Tingkat Keharaman’ tentang Narkoba kurang disosialisasikan kepada umat.

Salah satu cara agar Narkoba bisa menjadi ‘Musuh Bersama’, nampaknya harus merealisasikan ‘Teori Keseimbangan. Antara Demand Reduction dan Suplay Reduction’ dalam bobot kuantitas dan kualitas DR.

Selama ini aparat BNN dan polisi dinilai kurang mengekspos DR. Termasuk pemanfaatan internet, dan media sosial. Oleh karena itu, Garansi selalu bersinergi dengan semua pihak untuk mentransformasi pengetahuan seputar Narkoba.

“Salah satunya dengan mahasiswa KKN Unirow Tuban di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang,” terangnya.

Selama ini Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, telah menginstruksikan jajarannya untuk menjadikan Narkoba musuh bersama. Tak hanya itu, untuk menjamin anggota bebas Narkoba kerap dilakukan tes urine dadakan.

“Upaya pencegahan Narkoba telah dilakukan rutin melalui media sosial maupun setiap kali ada kegiatan formal dan informal,” imbuh pria kelahiran Makassar ini.

Selain melakukan sosialisasi bahaya penggunaan Narkoba kepada masyarakat dan pelajar, sekarang Polres melalui masing-masing Polsek membentuk Satgas Narkoba di sekolah. Upaya ini tentu sangat positif mengedukasi siswa.

Perlu dipahami, persoalan Narkoba bukan hanya pekerjaan rumah institusi Polri. Semua elemen memiliki kewajiban dan tanggungjawab yang sama untuk memberantasnya.

Baca Juga :   Jejaring PRT Tuntut DPR Sahkan UU Perlindungan PRT

“Yang paling krusial kini Narkoba menjadi sumber ekonomi keluarga,” tegasnya.

Selama ini Polres juga rutin bersilaturahim kepada tokoh agama dan masyarakat. Intinya fenomena Narkoba telah disepakati menjadi musuh bersama.

Catatan Satuan Reserse Narkoba Polres Tuban, sejak tanggal 7 Juni-1 Agustus 2017, petugas memanen 15.986 butir karnopen dan uang tunai Rp3.161.000. Pil terlarang itu ditemukan dari 13 rumah di empat kecamatan di Tuban.

Rinciannya, 522 butir di Dusun Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Rabu (7/6). 80 butir di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kamis (8/6). 53 butir di Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Jumat (9/6). 66 butir di Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Jumat (9/6). 330 butir di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kamis (15/6). 100 butir di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Jumat (16/6).

Delapan butir di Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, Sabtu (17/6). 5.000 butir di Desa Karangagung, Kecamatan Palang. 553 butir di Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, Selasa (13/7).

100 butir di Kelurahan Baturetno, Selasa (18/7). 38 butir di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Selasa (18/7). 91 butir di Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, Selasa (25/7), dan terakhir bandar di Desa Gesing, Kecamatan Semanding.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *