SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pertama kalinya, Kementerian Agama (Kemenag) kantor Tuban, Jawa Timur, berhasil melihat Hilal 1 Dzulhijjah di bukit Desa Banyuurip, Kecamatan Senori. Temuan ini praktis memberikan sinyal positif, bagi pembangunan proyek menara pantau hilal di wilayah setempat.
“Alhamdulillah sekali melihat hilal langsung nampak,” ujar seorang tim Kemenag Tuban, Azhari, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di sekitar mes PT Geo Cepu Indonesia (GCI) Distrik 1 Kawengan, Selasa, 22 Agustus 2017.
Setelah gurub (terbenam) matahari, hilal dapat dilihat dua orang (Tasdikin dan Kamludin) pada pukul 17.41 WIB. Dari tempat -7° 03’35” LS/111°41’17” BT dengan ketinggian 260 meter di atas permukaan laut (DPL), hilal terlihat dengan posisi terlentang menghadap ke selatan.
“Dari Tuban 1 Dzulhijjah jatuh pada Rabu Kliwon (23/8/2017),” terang mantan pejabat Fungsional Umum Pendidikan Diniyah Pontren Kemenag Tuban.
Pemantauan hilal awal bulan Dzulhijjah ini merupakan instruksi Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Temuan tim Kemenag telah menjawab keraguan pemerintah, soal layak tidaknya dibangunkan menara hilal di wilayah desa penghasil Migas tersebut.
PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) telah meminjami lahan untuk pendirian menara pantau hilal di bukit Desa Banyuurip. Surat izinnya sudah diberikan GCI ke Kemenag Tuban.
Perolehan izin lokasi dari pertamina dibenarkan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Lokasi menara pantau nantinya berada di kawasan Distrik Kawengan Desa Banyuurip.
Kemenag sendiri telah berkoordinasi dengan instansi lain. Awalnya sudah ada proposal dari badan hisap rukyat Kabupaten Tuban tanggal 4 April 2017 Nomor: 003/KK.13.17.7, tentang bantuan bangunan menara pantau hilal.
Baru kemudian ditindaklanjuti dengan surat dari kemenag tanggal 11 April 2017, Nomor B-973/KK.13.17.7/KK.03.02.IV./2017 perihal permohonan bangunan. Nantinya dalam hal pelaksananya akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tuban.
“Untuk anggaran proyek telah disiapkan Rp 304.690.000,†terang politisi PKB Tuban ini panjang lebar.
Sekarang Noor Nahar tak memiliki keraguan lagi soal menara. Diharapkan hilal lebih mudah terlihat, baik di awal bulan Ramadan maupun Syawal.
Puluhan tahun sebelumnya, tim kemenag memantau hilal di pelabuhan Semen Gresik di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Selama itu pula tak sekalipun hilal nampak. Faktornya banyak lalu lalang kapal tongkang muatan batu bara, dan akhirnya dua tahun terakhir pemantauan dialihkan ke Desa Banyuurip.(Aim)