SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, didampingi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, menyerahkan 566 unit konverter kit BBM ke BBG kepada Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda. Bantuan ini untuk menekan pengeluaran nelayan 5 gross ton setiap bulannya. Sekaligus mengurangi pencemaran minyak (solar) di laut.
“Bantuan konverter kit ini merupakan program Nasional dan nelayan Tuban mendapatkan prioritas,” ujar Ego Syahrial, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di sela-sela acara temu usaha dan pelaku usaha perikanan dalam pengembangan produk perikanan di Pendapa Krida Manunggal Tuban, Rabu (20/9/2017).
Program ini sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2016 lalu. Dimana ada 330 nelayan yang menerima. Untuk tahun ini nelayan Bumi Wali (sebutan lain Tuban) memperoleh konverter kit terbanyak dibandingkan 26 kabupaten/kota se Indonesia.
Melalui alat konverter BBM ke BBG ini, diharapkan pengeluaran nelayan membeli bahan bakar berkurang. Secara matematis, satu tabung LPG 3 KG setara tujuh liter BBM. Penggunaannya mampu digunakan selama dua hari.
Dibandingkan BBM tujuh liter hanya mampu dipakai satu hari. Perubahan ini digadang mampu menghemat 60% pengeluaran nelayan di seluruh Indonesia per harinya.
Bantuan ini disambut baik oleh nelayan Karangsari, Kecamatan Tuban, Marwi Wagono (56). Pemilik kapal 5 Gt ini mengaku lebih irit menggunakan gas.
“Penghematan tersebut cerita dari nelayan yang menerima bantuan tahun lalu,” ungkapnya.
Sekali berangkat melaut, Marwi mengaku membutuhkan BBM Solar tujuh sampai delapan liter. Apabila diuangkan sekira Rp40 ribu. Tentu lebih irit menggunakan satu tabung LPG seharga Rp17 ribu.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, berharap nelayan di Kabupaten Tuban lebih sejahtera. Bertempat di sentral industri Migas, setiap nelayan harus memperoleh prioritas bantuan utamanya dari APBN.
“Sebagai wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) 9 (Bojonegoro-Tuban) di pusat akan memperhatikan nelayan di lokasi Kilang NGRR Tuban,” sambungnya.
Ungkapan terimakasih disampaikan Bupati Tubam, Fathul Huda kepada Dirjen Migas dan Komisi VII DPR RI. Sudah selayaknya Tuban memperoleh perhatian Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), karena APBD Rp2,4 triliun belum mampu menopang program kesejahteraan masyarkat.
“Semoga ke depan ada bantuan untuk petani karena hasil pertanian masih menjadi andalan masyarakat,” harapnya.
Dalam temu pelaku usaha perikanan, hadir pula 70 nelayan, 70 oembudidaya garam, 70 pengolak produk pertanian, dan 70 pembudidaya ikan. Selain itu dilanjutkan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk pendampingan pelaku usaha di bidang perikanan.(Aim)