Pertamina Minta Tambahan Lahan 219 Hektar

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, secara resmi diminta Pertamina menyediakan lahan seluas 219 hektar untuk kebutuhan Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban. Tambahan tersebut untuk menghubungkan lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan 65 hektar lahan Pertamina di dekat PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI).

“Komunikasi terakhir Pertamina memohon Pemkab untuk menyediakan lahan,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di gedung DPRD Tuban, Jumat (22/9/2017).

Adanya permintaan tersebut, Noor Nahar, berencana membebaskan lahan di sepanjang bibir pantai Desa Remen, dan Mentoso, Kecamatan Jenu. Saat ini masih menyesuaikan dengan tata ruang wilayah, karena masuk dalam kawasan permukiman.

Ditanya apakah bakal ada penggusuran, Wabup Noor Nahar, memastikan tidak ada. Penggusuran tidak bisa dilakukan, selama pemilik lahan menolak. Sebaliknya, jika Pertamina telah mencapai kesepakatan dengan warga baru pemkab memberikan izin.

“Kita masih kaji karena di Desa Remen-Mentoso padat penduduk,” tegasnya.

Baca Juga :   Gelar Pelatihan Manajemen Proyek, PPSDM Migas Dukung Proyek Pembangunan RPJMN

Sehari sebelumnya saat berkunjung ke Tuban, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, kecewa dengan ditundanya start megaproyek kilang  NGRR Tuban. Sebagai kontraktor proyek, Rosneft asal Rusia juga diminta serius menggarap kilang berkapasitas 300 ribu Barel Per Hari (Bph) ini.

Usai tahap konstruksi nanntinya, Kilang NGRR Tuban juga bakal memproduksi 90 ribu barel per hari gasoline, 100 ribu barel per hari diesel dan 30 ribu barel per hari Avtur. Hasil poroduksi tersebut bakal menopang kebutuhan minyak dalam negeri.

Terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, menjelaskan, saat ini Kilang Tuban masih proses. Hal ini wajar, karena semua industri di Tanah Air pada awalnya alot.

“Tapi semua tahap masih on the track,” tegas pria yang baru dilantik bulan Agustus 2017 lalu.

Disinggung apakah ada problem dengan Rosneft, Syahrial belum mengetahuinya. Sampai detik ini belum ada kabar progres kilang, karena masih alot masalah teknis. (Aim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *