Polda Grebek Kediaman Oknum RT Jlodro

Rumah RT digerebek

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Bertempat di rumah oknum ketua Rukun Tetangga (RT) 04, Rukun Warga (RW) 02, Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, JHR (52), tim Kepolisian Daerah (Polda) menemukan bahan membuat Merkuri. Barang Bukti (BB) dan lima orang termasuk pemilik rumah langsung dibawa ke Mapolres Tuban.

“Kasus ini masih dalam pengembangan,” ujar Kasubag Humas Polres Tuban, Iptu Agus Edi Pranoto, kepada suarabanyuurip.com, Senin (25/9/2017).

Penggrebekan produsen Merkuri di perbatasan Kabupaten Blora, Jawa Tengah oleh Polda, terjadi pada hari Minggu (24/9) sekitar pukul 21:00 WIB. Selama ini petugas Polsek Kenduruan tak mengetahui, kalau usaha di sekitar Lapangan Migas Albrotus Putih (ABP-1) tersebut memproduksi Merkuri.

BB yang disita meliputi, 80 dus air raksa jadi, 50 tabung suling yg di gunakan, 50 tabung suling tidak di gunakan, sebuah mesin giling, sebuah timbangan, sebuah proposal pembakaran batu Sri Rejeki, se-ember air raksa curah 54 kg, 24 karung batu kapur, 13 karung pasir besi/ besi bubut, segulung plastik pembungkus, 5 bendel karung bekas sinambal, 3 Buku rek BCA dan ATM, dan 2 Hp. Merk HP. Samsung.

Baca Juga :   Angkut Hasil Panen dengan Perahu

Sedangkan tersangka yang diamankan meliputi, pemilik rumah, menantu JHR, AST asal Probolinggo, AMN (45) karyawan asal Buton, Sulawesi, ABN (22) karyawan asal Sukabumi, dan ADH (20) karyawan asal Sukabumi.

“BB di rumah Jahir dinilai tim Polda murni bahan baku Merkuri,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Jlodro, Rajut, mengaku, kaget adanya penggrebekan di kediaman salah seorang ketua RT-nya. Selama ini warga hanya mengetahui tempat usaha tersebut memproduksi timbel/pemberat jaring.

“Izin usaha pembakaran batu juga sudah mereka urus,” tegasnya.

Catatan polisi, pada tanggal  11 September 2017 Forkopimka Kenduruan yang terdiri dari, Polsek, Koramil dan Kecamatan Kenduruan telah mengecek keberadaan tempat usaha tersebut. Waktu itu, pemilik mengatakan usaha yang di jalankannya hanya membuat timbel/ pemberat jaring.

Sebagaimana diketahui, Raksa atau merkuri merupakan unsur kimia pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atim 80. Unsur golongan logam transisi ini berwarna keperakan, berbentuk cair dalam suhu kamar dan mudah menguap.

Merkuri memiliki sifat racun tinggi. Keracunannya dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan pernapasan. Bagi yang terkontaminasi Merkuri, akan mengalami ganguan sistem pencernaan, sistem saraf atau gingvitis. Lebih dari itu, bagi wanita hamil yang tercemar Merkuri akan mengakibatkan kecacatan pada bayi.(Aim)

Baca Juga :   BPBD : Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian Korban Perahu Terbalik

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *