SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Selang waktu dua bulan setelah ada problem dengan warga Soto, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu pekan ini langsung mengebut kegiatan moving Lapangan Migas Tapen di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori. Kegiatan ini dijadwalkan rampung tiga pekan sejak tanggal 25 September 2017. Kemudian pertengahan bulan Oktober dimulai pemboran Tapen 04 dan 05.
“Sosialisasi ke warga Desa Sidoharjo telah kami lakukan pekan ini,” ujar Asset 4 Goverment & Public Relation Assistent Manager PT Pertamina EP, Panji Galih Anoraga, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Kamis (28/9/2017).
Di tengah tingginya kebutuhan minyak Nasional, Pertamina EP Asset ditugaskan pemerintah untuk memproduksi minyak. Lapangan Migas menjadi salah satu andalan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang memiliki Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) di Tuban, Bojonegoro, Jawa Tiurm, dan Blora, Jawa Tengah.
Untuk memenuhi targetnya, Pandji juga memohon dukungan masyarakat sekitar mulai moving hingga proses pemboran rampung. Tak lupa, anak perusahaan Pertamina juga menggandeng warga lokal dalam beberapa pekerjaan. Salah satunya sebagai flagman.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak termasuk media bersama untuk mengawal kegiatan ini,” pinta Pandji.
Dukungan juga disampaikan Camat Senori, Sugeng Winarno. Semua pihak sudah semestinya menyukseskan proyek negara. Nantinya juga masyarakat sekitar bisa menikmati berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Intinya tetap melibatkan warga dan memperhatikan kearifan lokal,” pesannya.
Segendang seirama dilontarkan Kepala Desa Sidoharjo, Riyanto. Dia berharap program CSR untuk warganya tidak terputus. Harapannya perekonomian warga Desa Sidoharjo meningkat sebagai desa penghasil Migas.
“Keterlibatan warga lokal sebagai pekerja juga dibutuhkan,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, produksi di Lapangan Tapen masih mengandalkan dari Sumur Tapen-01 sebesar 90 barrel oil per day (bopd). Target penambahan produksi dari Tapen-02 belum berhasil, karena pada medio 2016 lalu cadangan hidrokarbonnya hilang.
Pada lokasi yang sama, juga direncanakan pemboran dua sumur infill drilling (sisipan) Tapen-04 dan Tapen-05. Masing-masing sumur sisipan ini ditarget menghasilkan minyak 150 barel minyak per hari (BMPH). (Aim)Â