Nelayan Wadul Wartawan, Kades Acungi Jempol

NELAYAN TUBAN

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Merasa diperlakukan tak adil, nelayan Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Durrohman, hari ini wadul soal pembagian alat konventer kit ke Balai Wartawan, Jalan Pramuka Nomor 1 Tuban. Sikap kritis tersebut langsung diacungi jempol Kepala Desa (Kades) Socorejo, Arif Rahman Hakim.

“Saya kesini ingin meminta keadilan soal pembagian alat konversi BBM ke BBG bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujar Durrohman, kepada suarabanyuurip.com, di Balai Wartawan Tuban, Senin (2/10/2017).

Dia mengaku, kecewa karena tidak kebagian alat tersebut. Padahal sebelumnya pernah didata. Ternyata setelah ada ramai-ramai pembagian, namanya tidak ada pada daftar penerima.

Selain itu, dia menyebut ada indikasi sabotase atau pembagian tidak tepat sasaran di Socorejo. Sebanyak 36 alat konverter kit dibagikan pada pemilik kapal besar, padahal aturannya untuk kapal berukuran di bawah 10 Gross Ton (Gt).

Mengatahui aksi nelayannya, Kades Socorejo, Arif Rahman Hakim, langsung mengklarifikasinya. Awalnya Durrohman memang tercatat sebagai penerima alat tersebut, tapi ada beberapa pertimbangan dari Rukun Nelayan (RN) ataupun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang lama.

Baca Juga :   Operasi Gabungan Satlantas Polres Bojonegoro Sasar Pengendara Telat Bayar Pajak

Pertama, sudah satu tahun terakhir perahunya rusak dan ditepikan di pantai. Untuk memenuhi kebutuhannya, Durrohman satu tahun berprofesi sebagai tukang ojek di pelabuhan Semen Gresik.

Kedua, hasil pengamatan RN dan HNSI yang baru Durrohman tidak lagi tercatat sebagai nelayan aktif. Padahal instruksi KKP, konverter kit harus diberikan tepat sasaran.

“Malam sebelumnya juga telah saya jelaskan kalau belum berkenan bagaimana lagi,” sambung mantan aktivis PMII Jogja ini.

Arif menegaskan, tidak ada pilih kasih dalam pembagian konverter kit. Aturannya sudah jelas untuk nelayan aktif yang memiliki perahu di bawah 10 Gt, dan masih bisa digunakan untuk melaut.

Tahun ini, Socorejo memperoleh Konverter Kit sebanyak 87 buah. Hari ini semua penerima telah mengabilnya di Mangrov Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.

Sebagaimana diketahui, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, didampingi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, menyerahkan 566 unit konverter kit BBM ke BBG kepada Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda.

Baca Juga :   Disdik Bojonegoro Belum Belanjakan Anggaran Pengadaan Chromebook Rp24,15 Miliar

Bantuan ini untuk menekan pengeluaran nelayan 5 gross ton setiap bulannya. Sekaligus mengurangi pencemaran minyak (solar) di laut. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2016 lalu. Dimana ada 330 nelayan yang menerima. Untuk tahun ini nelayan Bumi Wali (sebutan lain Tuban) memperoleh konverter kit terbanyak dibandingkan 26 kabupaten/kota se Indonesia.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *