Warga Kapuan Ancam Hentikan Proyek Pipa Gresem

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Warga Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengancam akan memblokir jalan dan menghentikan aktivitas proyek pipa gas Gresik – Semarang (Gresem) milik Pertamina Gas (Pertagas). Mereka menuntut adanya kejelasan dan komitmen dari pelaksana pekerjaan untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat dampak dari proyek penanaman pipa gas.

Darmo (50) warga RT 03/01 Desa Kapuan, mengungkapkan akibat proyek tersebut bukan hanya jalan saja yang mengalami kerusakan. Akan tetapi talud jalan juga rusak parah karena dilalui alat berat. 

“Kami minta, jalan dikembalikan seperti semula.  Syukur-syukur bisa lebih baik, termasuk talud,” terangnya.

Meski jalan tersebut adalah asset PT Kereta Api Indonesia (KAI), menurut dia, warga juga ikut membangun. Karena alasan itulah, dirinya bersama warga lain bakal melakukan pemblokiran jalan jika tidak ada itikad baik dari pelaksana pekerjaan.

“Sebelum pekerjaan selesai, harus ada komitmen hitam di atas putih. Kami tidak ingin setelah pekerjaan selesai, langsung ditinggalkan begitu saja,” tegas Darmo. 

Baca Juga :   Penambang Lokal Siap Setor Material di J-TB

Kepala Desa Kapuan, Haryono,  membenarkan bahwa bukan hanya badan jalan yang mengalami kerusakan. Akan tetapi talud drainase juga rusak parah. Pihaknya mengaku mendukung dengan rencana warga tersebut yang berencana melakukan pemblokiran jalan.

“Semula baik harus kembali baik,” terangnya. 

Haryono menjelaskan untuk Rencana Anggaran Belanja (RAB) drainase sudah diserahakan kepada pihak perusahaan.

“RAB drainase sudah saya serhkan kepada PT Surya Cendana sebagai pelaksana proyek. Untuk badan jalan belum kami serahkan,” kata dia. 

Dirinya menyadari jika itu adalah asset dari PT KAI. “Tapi yang membangun dan memanfaatkan juga warga,” tandasnya. 

Terkait komitmen pasti dari perusahaan, kata dia, memang belum ada. “Beberapa waktu lalu sempat ada pertemuan, antara Pemdes, Pertagas, KWRK dan PT SC. Kami tunggu satu sampai dua hari, jika belum ada komitmen pasti hitam diatas putih, mungkin warga akan bereaksi,” pungkasnya. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pelaksana proyek yang bisa dimintai konfirmasi.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Kontraktor Lokal Hentikan Truck Molen Proyek J-TB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *