SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro -Â Bertempat di Pendopo Malwopati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (16/10) sore tadi dilaksanakan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas di Lingkup Pemkab Bojonegoro.
Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 821.2/276-278/412.301/2017.
Pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro yang dilantik adalah Staf ahli lainnya Nanik Susmiarti menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Moch Chosim yang semula Kepala Bagian Hukum dan Perundang Undangan menjadi Staf Ahli Bupati bidang pemerintahan hukum dan politik. dr Anik Yuliarsih yang semula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana menjadi Staf Ahli Bupati.
Sedangkan posisi yang ditinggalkan kini diisi oleh Adi Witjaksono yang semula sebagai Kepala Dinas Sosial. Helmy Elizabeth yang semula staf ahli Bupati menduduki jabatan baru sebagai Pj Kepala Dinas Sosial.
Sedangkan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setkab , Dandy Suprayitno menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Jumlah pejabat yang dilantik dengan rincian eselon II sebanyak 6 orang, Eselon III sebanyak 32 orang, Eselon IV sejumlah 70 orang dan 1 orang pejabat eselon IV selaku Fungsional Umum.
Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan , penandatangan berita acara pengambilan sumpah serta kata kata pelantikan oleh Bupati Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Suyoto,dalam sambutannya menyampaikan, harta, uang dan jabatan bisa mendatangkan keberkahan atau sebaliknya menjadi sebuah musibah.
“Ada hikmah penting dari semua yang kita jalani dan kita lakukan selama kita fokus pada sebab maka akan membawa dampak yang positif,” pesannya.
Ibaratnya, bekerja total dan sepenuh hati tanpa ada pamrih untuk mendapatkan jabatan tetapi karena prestasi dan kinerja, maka bisa meraih kedudukan atau jabatan.
Bupati menegaskan, dalam hidup jangan sampai mengejar jabatan, karena jabatan itu akan dipergilirkan. Jabatan mengandung akibat dan bisa menjadi sebuah sebab. Oleh karena jabatan itu adalah pergiliran.
“Jabatan yang kita emban saat ini untuk berbuat baik dan kita harus mensyukuri atas semua yang kita dapatkan saat ini,” tutupnya.(rien)