SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) menegaskan, dalam melakukan pengelolaan sumur tua di Kecamatan Kedewan masih terdapat kendala.
“Yang paling nyata sekarang ini masalah harga,” kata Direktur Operasional, Tonny Ade Irawan, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (18/10/2017).
Saat ini, harga yang diberikan oleh pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua Pertamina EP Asset IV masih jauh dari harga yang diberikan para penyuling.
“Memang ongkos dan angkut minyak di sumur tua sekarang ini naik Rp2.700 per liter, tapi harga penyuling juga ikut naik,” tukasnya.
Sehingga, karena harga yang diberikan PT BBS dianggap tidak menarik maka masih banyak penambang yang menjual ke penyuling.
Kendala lainnnya, lanjut Tonny, banyaknya sumur yang tidak produktif atau mati sehingga harus melakukan reaktivasi kembali.
“Dan ini sudah mulai dilakukan oleh PT BBS,” imbuhnya.
Menurutnya, untuk melakukan reaktivasi sumur tersebut tidaklah mudah. Karena ada beberapa investor yang menawarkan diri melakukan reaktivasi.
Karena PT BBS bertujuan mengutamakan kesejahteraan para penambang maka harus melindungi para penambang dari investor abal-abal yang mencari keuntungan.
“Karena itu, bagi investor yang datang kepada kami, kami minta bagi hasilnya seperti apa prosesnya sebelum melakukan reaktivasi,” ungkapnya.
Jangan sampai, setelah ada produksi terjadi perselisihan terkait ganti rugi. Karena selama ini, banyak penambang yang dirugikan oleh para investor meski banyak juga para investor yang tertipu oleh penambang.
“Jadi, kami itu saling melindungi,” ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, produksi minyak di sumur tua akan memenuhi target apabila secara realistis ada setoran minyak ke PT BBS, karena tujuan utama PT BBS mengelola sumur tua ini adalah melindungi kesejahteraan penambang, keselamatan penambang dan penyelamatan lingkungan.
Diberitakan sebelumnya, pihak Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menyebutkan jika PT BBS belum memenuhi target pengiriman minyak yang ditentukan. Dari target produksi sebanyak 500 barel per hari (Bph), baru terealisai 25 bph.(rien)