Kemenristek Berbagi Ilmu Pembuatan Asap Cair ke Petani

Satya W Yudha dan gapoktan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Alih teknologi bagi para petani di pedesaan yang selama ini jarang terjadi mulai digalakkan. Melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), program Diseminasi Teknologi Pembuatan Asap Cair yang multifungsi berbahan limbah pertanian digulirkan bagi para petani.

Dengan menggandeng Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kemenristekdikti berbagi ilmu alih teknologi kepada 100 petani dari empat Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang diselenggarakan di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Tuban, Sabtu (4/11/2017) kemarin.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha, Kepala Ditjen Penguatan Risbang Kemenristek Dikti Hariyanto, serta Camat Parengan Joko Purnomo.

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membantu petani di wilayah Tuban dalam mengatasi dampak limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Selain kami bekerjasama dengan Poltek Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban, kami juga berterima kasih sudah didukung penuh oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bapak Satya Widya Yudha yang kebetulan beliau hadir langsung bersama kita,” papar Kepala Ditjen Penguatan Risbang Kemenristek Dikti, Hariyanto.

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Dorong BUMD Ambil Peran Strategis Pengembangan Jargas

Dijelaskan, kegiatan ini diselenggarakan melalui pendanaan program Prototipe Teknologi untuk Masyarakat dari Kemenristekdikti yang juga diinisiasi oleh Komisi VII DPR RI.

Hariyanto mengatakan, melalui pemanfaatan teknologi pembuatan asap cair untuk mengolah limbah pertanian seperti jerami padi, sisa tongkol dan limbah tanaman jagung, batok kelapa dan lainnya tersebut diharapkan petani di Parengan bisa meminimalisir dampak polusi asap pembakaran. Pada saat panen raya, jerami padi dari limbah panen juga banyak yang ditinggalkan di areal persawahan dan dibiarkan hingga membusuk atau dikeringkan kemudian dibakar di tengah areal persawahan sehingga menghasilkan asap yang mencemari lingkungan.

“Teknologi asap cair yang diperkenalkan dalam kegiatan ini memberikan solusi dalam penerapan limbah secara terpadu dengan prinsip Zero Waste,” tandas Hariyanto.

Secara detail disebutkan, produk asap cair dihasilkan dari pengembunan hasil pembakaran sempurna limbah pertanian berbahan dasar lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon. Hasil pengembunan asap tersebut menghasilkan cairan yang memiliki kandungan senyawa asam, fenol serta senyawa bioaktif antifeedant yang dapat difungsikan sebagai pestisida organik dan bahan pengawet.

Baca Juga :   Pendaftaran PPPK Diperpanjang, Pelamar Berstatus TMS Tahap 1 Bisa Mendaftar di Tahap 2

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengaku, cukup gembira dengan antusiasme para petani di Parengan dengan kegiatan alih teknologi semacam ini. Bahkan, sebagai wakil rakyat di DPR yang mewakili Dapil Jatim IX Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro ini berharap untuk mendorong peningkatan anggaran Kemenristekdikti yang konkret bagi para petani di pedesaan.

“Kita mendukung program pemerintah yang memang bisa langsung dirasakan manfaatnya bagi para petani di desa. Sesuai visi dari Partai Golkar juga, bahwa pembangunan nasional kita dimulai dari desa. Kita akan sukseskan bersama-sama,” paparnya saat memberikan sambutan di depan kelompok tani Sri Mulyo Mandiri, Karang Mulyo, Lohjinawe, dan Rahayu, Kecamatan Parengan, Tuban.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *