SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sebanyak 2.393 pelanggar Lalu-lintas terjaring operasi selama dilakssanakannya operasi zebra candi 2017, yang dimulai pada tanggal (1-14/11/2017, oleh jajaran Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Blora, Jawa Tengah.
Data yang berhasil dihimpun, sebanyak 2.393 pelanggar, terjaring operasi, dengan berbagai pelanggaran. Baik roda dua maupun roda empat.
“Selama digelarnya Oprasi Zebra Candi, dari pertama kali operasi kita lakukan hingga akhir kemarin, ditemukan sekira 2393 pelanggar, mereka kita tindak tilang,” tutur AKP Febriyani Aer, Kasat Lantas Polres Blora, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (15/11/2017).
Dia menjelaskan, mayoritas pelanggar didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak memiliki SIM, STNK, tidak memakai helm dan tidak melengkapi surat-surat kendaraannya serta melanggar rambu-rambu lalu lintas. “Bukan hanya roda dua saja tapi banyak juga roda empat,” jelasnya.
Dirinya merinci, pelanggaran STNK jumlah 2034 naik 81 % dari tahun 2016 sebesar 1124, pelangaran SIM jumlah 203 naik 65 % dari tahun 2016 sebesar 123, dan kendaraan yang disita jumlah 156 naik 24 % dari tahun 2016 sebesar 126.
Sedangkan jumlah kecelakaan lalu lintas selama digelarnya Operasi Zebra Candi 2017, lanjut dia, berjumlah 9 kasus. Dengan rincian korban luka ringan 12 orang dan korban luka berat 2 orang. Sementara data Operasi Zebra Candi 2016 yang nihil kejadian kecelakaan.
Adapun penindakan terhadap roda empat, petugas menindak 36 mobil penumpang, Bus lima dan mobil barang 46 unit.
“Dari data pelanggaran secara keseluruhan perbandingan antara Operasi Zebra tahun 2016 dan 2017 naik sebesar 74 %, dan untuk angka kecelakaan lalu lintas naik 100 % dengan kerugian materiil sebesar Rp. 3.650.000,” ujarnya merinci.
Meski Operasi Zebra sudah berakhir, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas serta menyadari akan pentingnya tertib lalu lintas.
Terutama, dalam melengkapi surat-surat kendaraan, memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan memakai helm dalam berkendara bagi pengendara roda dua.
“Harapan kami, masyarakat Blora kedepan lebih tertib lalu lintas, bukan hanya saat ada operasi saja. Karena aturan lalu lintas sangat erat kaitannya keselamatan pengendara sendiri,” tandasnya.(Ams)