IE2I Jadi Pembicara di Satu Sesi Sama Mantan Menteri RI di COP23

satya yudha di germany

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

 Germany – Bisa dikata suatu kehormatan bagi pendiri Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I), Satya Hangga Yudha Widya Putra, B.A. (Hons), MSc. Sebab telah diundang untuk menjadi pembicara di acara 23rd Conference of Parties (COP23) ke United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bonn, Germany tanggal 13 November, 2017 di sesi “Re – Configuring Natural Resource Based Business to Address New Challenges”.

“Tentu suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami karena telah diundang untuk menjadi pembicara di COP23 di Bonn, Germany tanggal 13 November, 2017,” kata Satya Hangga Yudha Widya Putra, B.A. (Hons), MSc., melalui surat elektronik yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (18/11/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Hangga Yudha mempresentasikan disesi “Re – Configuring Natural Resource Based Business to Address New Challenges”. Diantaranya tentang transisi sektor energi Indonesia dari bahan bakar fosil ke ekonomi berbasis energi terbarukan, serta peluang dan tantangan. Dimana Indonesia masih tergantung pada bahan bakar fosil. Kemudian Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pemerintah Indonesia masih menempatkan harga listrik dan efisiensi sebagai prioritas utama bukan sumber listrik (apakah bersih atau kotor, batu bara vs. panas bumi). Energi terbarukan masih memiliki biaya modal yang sangat tinggi kalau dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

Baca Juga :   Warga Sekitar Ladang Gas JTB Antusias Gunakan Hak Pilihnya di Pemilu 2024

“Dengan dukungan Pemerintah Indonesia dan PLN, kita harus mengembangkan pembangkit listrik tenaga air berskala besar, panas bumi, solar, dan angin untuk menyediakan listrik bagi 40 juta orang Indonesia yang tidak memiliki akses terhadapnya,” ujarnya.

Dalam tiga tahun (2014 – 2017), kata Hangga, administrasi Jokowi – JK telah membuat kemajuan yang signifikan dalam instalasi energi baru dan terbarukan di Indonesia. Yakni 9 bulan pertama di tahun 2017 Indonesia menandatangani 1,023 MW kontrak energi terbarukan, dua kali lipat jumlah yang ditandatangani 3 tahun sebelumnya.

“Kita juga perlu monitor Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) NO. 50/2017 karena ini akan menentukan harga energi terbarukan, kelayakan proyek, dan apakah investor energi terbarukan (lokal maupun asing) ingin berinvestasi di Indonesia” imbuhnya.

Menurut Hangga, apakah masa depan Indonesia di energi terbarukan tergantung pada harga bahan bakar fosil vs. energi terbarukan, prioritas PLN dan Pemerintah Indonesia. Jika harga bahan bakar fosil masih lebih rendah dan lebih kompetitif dibanding harga energi terbarukan dan PLN dan Pemerintah Indonesia masih memprioritaskan harga, maka masa depan adalah bahan bakar fosil. Tapi kalau PLN dan Pemerintah Indonesia mendukung energi terbarukan dan energi terbarukan bisa lebih kompetitif daripada bahan bakar fosil, maka masa depan adalah energi terbarukan.

Baca Juga :   Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih

“Kita harus bisa mencapai Paris Agreement untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 29% pada tahun 2030 atau 41% dengan Bantuan Internasional (International Assistance) dibandingkan dengan scenario Bisnis Seperti Biasa (Business – As – Usual),” pungkasnya.

Moderator dalam acara tersebut adalah Dr. Soeryo Adiwibowo (Penasehat Senior Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup). Kemudian sebagai pembicara, pertama Dr. Ir. Indroyono Soesilo, MSc (Ketua Asosiasi Bisnis Kehutanan Indonesia (APHI) dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia), kedua Pinto Budi Bowo Laksono (Manajer Kinerja Sosial, Chevron Indonesia), ketiga Ibu Jorina Waworuntu (Manajer Lingkungan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), dan keempat Satya Hangga Yudha Widya Putra, B.A. (Hons), MSc (Pendiri Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I)).(sam).

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *