Demo Siswa SD dan Wali Murid Tolak Merger, Bupati Anna dan Suyoto Debat di Medsos

Mantan Bupati Suyoto, Pimpinan DPRD Mitroatin, dan Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah saling memberikan argumennya di Instagram soal demo siswa SDN dan wali murid yang menolak merger.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Polemik merger sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang berujung demonstrasi oleh puluhan siswa dan wali murid menjadi perhatian. Mantan Bupati Bojonegoro dua periode Suyoto, pimpinan DPRD Mitroatin hingga bupati yang menjabat sekarang ini, Anna Mu’awanah saling debat.

Perdebatan kebijakan merger SDN di Kabupaten Bojonegoro oleh Bupati Anna tersebut terjadi di media sosial, Instagram. Mereka saling membalas komentar dan memberikan argumennya.

Mantan Bupati Bojonegoro yang akrab disapa Kang Yoto lebih dulu berkomentar menggunakan akun @kangyotobojonegoro. Dia mengatakan, di atas semua perbedaan: masa depan anak-anak adalah segalanya.

Komentar Kang Yoto mendapatkan tujuh balasan dari nitizen, salah satunya dari akun @wijaya_yati. Dia berkomentar betul setuju pak, jangan nasib anak dipakai ajang politik. Sekolah anak-anak dimerger ditempat yang yg jauhnya 2 kilometer tapi yang sekolah di sana biasa berangkat jalan kaki. Dan banyak anak yatim piatu. Miris dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja.

Kemudian aksi unjuk rasa soal merger SDN 3 Sumberejo dan Megale 1 yang diunggah di akun Instagram @berita_bojonegoro2 itu juga dikomentari Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah melalui akun @annamuawanah_.

Baca Juga :   Mukti Ali Pimpin Wotan Ngare

Bupati Anna berkomentar merger salah satunya untuk menjaga mutu kualitas pendidikan ini, mutlak. Catatan pemkab kekuarangan guru 4.094, juga rasio murid yang kurang berimbang. Kasihan anak-anak diexploitasi seminggu tidak belajar yang sesuai

“Tanggal 19 dinas pendidikan akan kirim 2 mobil untuk menjemput anak agar masuk SDN merger. Jumat tanggal 20 juli pagi anak-anak tidak sekolah lagi karena diajak demo. Sampai kapan anak-anak dilarang masuk sekolah? ya Allah,” tulisnya.

Kemudian Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin juga tak mau ketinggalan. Melalui akun @mitroatin7 berkomentar, suatu kebijakan itu pasti tujuannya adalah untuk kemaslahatan. Apalagi ini adalah menyangkut masa depan anak bangsa, meski ada yang pro dan kontra itu hal yang biasa.

“Namun, yang kami sesalkan kenapa dihadapan anak-anak mbaknya ngendikan yang tidak sepatutnya diucapkan dihadapan anak-anak??,” tulisnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *