Bupati Ingin Potensi Bahari Dipadukan Pertanian dan Industri

bupati fathul huda rapat bahari

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Menjelang berdirinya Kilang Tuban patungan Pertamina-Rosneft Oil Company, Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, ingin potensi bahari di wilayahnya dipadukan dengan potensi pertanian dan keberadaan industri. Pantai sepanjang 65 Kilometer (Km) di lima kecamatan harus dioptimalkan, tidak hanya sebagai pelabuhan semata.

“Pekerjaan ini harus dilakukan oleh tim koordinasi dan pokja penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa),” ujar Bupati Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, setelah pengukuhan tim koordinasi Pokja dan SIDa di gedung Korpri, Selasa (21/11/2017).

Keberhasilan implementasi penguatan SIDa ditentukan oleh semakin kuat, erat, dan luasnya kolaborasi komponen penggerak SIDa. Diantaranya pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. Kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah menerapkan SIDa, harus menjaga komitmen dalam melaksanakan program.

OPD harus menerapkan langkah inovatif, dan mengembangkan jaringan kemitraan kerjasama dengan instansi vertikal dan pihak-pihak lainnya. Goalnya memadukan potensi bahari yang ada, dengan kekuatan potensi keunggulan di bidang pertanian dan industri.

“Sehingga inovasi tersebut dapat dikemas dalam sebuah model yang harmoni dan multi oleh pemangku SIDa Kabupaten Tuban,” terang Bupati dua periode ini.

Baca Juga :   Bisa Tercantum di KK dan KTP, Data Aliran Kepercayaan Perlu Diperbarui

Sejak berdirinya Kabupaten Tuban 724 tahun yang lalu, jejak-jejak sejarah bahari di Tuban sudah banyak dijumpai. Bukti peradabannya sebagai perwujudan kuatnya daya saing daerah pada era itu. Tak salah jika tema yang dipilih pada penguatan SIDa dalam Roadmap tahun 2016-2021 adalah “Pengembangan Potensi Bahari yang didukung Agro Dan Ekonomi Kreatif”.

Berbagai kajian telah menunjukkan penguatan sistem inovasi mampu mendorong dan meningkatkan kinerja perekonomian suatu negara atau daerah. Pada gilirannya mampu menyejahterahkan masyarakat.

Bapak empat orang anak ini menegaskan, melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi akan mampu mewujudkan pembangunan Kabupaten Tuban dengan cepat dan sesuai dengan rencana. Diyakini tim koordinasi dan Pokja SIDa yang terdiri dari Sekda, Asisten, Kepala OPD terkait, perusahaan serta Perbankan mampu mewujudkannya.

Dalam kegiatan ini diisi pula dengan pemaparan materi terkait strategi pengentasan kemiskinan daerah. Ketua Dewan Riset Daerah Jawa Timur, Prof. Dr. Hotman M. Siahaan, menjelaskan saat ini Provinsi Jawa Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi di tingkat nasional. Provinsi Jatim masih menyumbang 16,6% masyarakat miskin dari total masyarakat miskin nasional.

Baca Juga :   Daffa, Bocah Jenius yang Memilih Caranya Sendiri Bertemu Wabup Bojonegoro

Apabila di nasional tingkat kemiskinan sebesar 10,64%, di jatim sendiri masih sebesar 11,77%. Bahkan menurut Dosen salah satu perguruan tinggi ternama di Surabaya ini, laju pengentasan kemiskinan di Jawa Timur pada 2009 sampai dengan 2017 mengalami perlambatan.

Di Kabupaten Tuban kondisinya tidak jauh berbeda. Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus mendapat prioritas. Diharapkan adanya hasil yang mungkin kurang memuaskan tersebut, dapat dijadikan bahan evaluasi untuk pembangunan kedepan yang lebih baik lagi.

“Saya percaya bahwa pemerintah akan mampu mengatasinya dan berbuat yang terbaik.” terang Hotman.

Direktur Pusat Tekhnologi Inovasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (PTID-BPPT), Ir. Atang Sulaeman, M.Si dalam materinya menjelaskan tentang ‘Daerah Cerdas (Smart Region)’. Penguatan SIDa merupakan salah satu pendekatan pembangunan untuk mengakselerasi tema pembangunan inovatif yang memiliki fokus tertentu. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *