SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Beragam kendala pendistribusian kartu tani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi catatan khusus bagi Bank BNI maupun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat. Dipenghujung tahun 2017, ternyata data distribusi kartu keduanya selisih 7.000 kartu.
“Sampai pekan ini ada 20 ribu kartu yang sudah dibagikan ke petani,” ujar Kepala DPKP Tuban, Murtadji, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (23/12/2017).
Secara kesuluruhan Kabupaten Tuban memiliki jatah kartu tani sebanyak 191.328 buah. Data sementara yang sudah dicetak sebanyak 109.849 buah.
Mantan Camat Bancar ini kemudian membeberkan hambatan belum tercapainya target kartu tani di wilayahnya. Pertama pada proses validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kartu Tanda Penduduk (KTP), karena sebagian ada yang salah ketik.
Pencetakan kartu tani di BNI Pusat ternyata tidak hanya cetak kartu tani saja, tetapi kartu-kartu dari kementerian lainnnya. Otomatis kalau ada kekeliruan, perbaikannya tidak bisa cepat dan langsung. Sementara, klaim data distribusi DPKP Tuban tidak sama dengan BNI.
Kepala BNI Cabang Tuban, Bintara, menjelaskan, untuk data petani sesuai RDKK Distan itu berjumlah 160 ribu-an. Jumlah rekening dan kartu yang sudah dilakukan pembukaan dan pencetakan sebanyak 90 ribu.
Sisanya masih dalam proses pembukaan, dan pencetakan yang dilakukan secara masif siang malam. BNI menerapkan shift bagi karyawannya yang malam mulai kerja di atas jam 18.00.
“Kartu tani yang sudah kami buka dan cetak diatribusikan sebanyak 13 ribu,” sergah pria humanis ini.
Pihaknya juga sudah menyiapkan untuk lendistribusian minggu depan sebanyak 24 ribu kartu. Pembagiannya dilakukan secara masif pula, setiap hari di beberapa titik atau desa secara bersamaan. Hitungannya sampai dengan akhir tahun jumlah kartu tani yang bisa BNI distribusikan sebanyak 37 ribu.
Pembagian atau distribusi kartu tani dimaksud tidak hanya sekedar bagi kartu, tapi juga pemenuhan administrasi lainnya. Tujuannya untuk pembukaan rekening, tanda tangan, maupun pembagian kartu taninya.
“Sisa Kartu Tani akan kami bagikan di awal Januari 2018,” terangnya.
Selain itu, BNI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani kepada para petani yang berminat. Sekaligus memenuhi syarat kredit usaha rakyat tanpa jaminan dengan bunga yang sangat kecil.
“Dalam pendistribusian kartu tani kami tetap kerja sama dengan DPKP Tuban dan juga PT. Petro,” pungkasnya.(Aim)