SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Segera dimulainya proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and Constructions – Gas Processing Facility/EPC -GPF) Jambaran – Tiung Biru (J-TB) oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) – Japan Gas Corporation (JGC), menjadi angin segar bagi pengusaha hotel di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Mereka berharap mega proyek ini mendatangkan banyak tenaga kerja (Naker) dari luar daerah sehingga dapat mendongkrak okupansi hotel di Bojonegoro yang selama ini menurun pasca barakhirnya proyek minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Selama empat tahun usaha jasa perhotelan berjalan sukses karena ada Perda Konten Lokal. Saat itu pekerja-pekerja proyek Banyuurip memanfaatkan hotel-hotel di sini,” kata Ketua Asosiasi Hotel Bojonegoro, Muh Subeki kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Pihaknya berharap, para pekerja proyek gas JTB nantinya juga memanfaatkan jasa hotel-hotel dan rumah kos yang ada di Bojonegoro seperti para pekerja proyek minyak Banyuurip.Â
Menurut dia, di Bojonegoro ada 19 hotel yang memiliki standar dan klasifikasi yang dibutuhkan para peker migas.
“Nanti harus memprioritaskan jasa hotel di Bojonegoro dulu, setelah itu baru daerah lain. Karena dampak negatif dari proyek itu yang merasakan pertama kali adalah warga Bojonegoro,” tegas Muh Subeki.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada PT Rekind untuk segera membuka klasifikasi jasa perhotelan yang dibutuhkan.
“Sehingga kita bisa secepatnya mengajukan penawaran,” tandas Muh Subeki.
Sementara itu, Business Manager of JTB Project PT Rekind, Tjetjep Nirwan Mustofa, menjelaskab proyek EPC GPF ini akan berlangsung selama 36 bulan. Untuk tahun pertama 2018, kebutuhan tenaga kerja (naker) sebanyak 1.733 orang yang akan dimulai pada April. Kebutuhan naker ini dibagi dalam tiga kelompok yakni lokal, lokal dan nasional, dan nasional.
“Selama konstruksi berlangsung tenaga kerja yang terlibat diperkirakan mencapai 6000 orang,†pungkas Tjetjep saat memaparkan rencana proyek JTB kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Pihaknya berjanji akan melibatkan pengusaha lokal Bojonegoro yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai yang dibutuhkan. (suko)