Miyadi: Ada Aktor Dibalik Penolakan Kilang Tuban

Ketua DPRD Tuban Miyadi

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Berlarutnya pembebasan lahan untuk proyek Kilang New Grass Root Refinery and Petrochemial (NGRR) Tuban, megundang kecurigaan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Miyadi. Dia menengarai ada aktor dibalik penolakan pembebasan lahan kilang oleh warga.

“Saya punya keyakinan ini ada yang menjadi aktor,” ujar Miyadi, kepada suarabanyuurip.com, saat dijumpai di ruang rapat paripurna Tuban, Kamis (4/1/2017).

Hanya saja, politisi PKB Tuban, itu belum mau menyebut namanya. Miyadi mengajak kepada semua pihak agar aktor tersebut diselesaikan bersama-sama agar tidak memicu konflik di masyarakat tingkat bawah.

Baca Juga :

Klarifikasi Penolakan Kilang Tuban Bertepuk Sebelah Tangan

Pemkab Tak Bisa Ikut Campur Kesepakatan Harga Lahan

Demi Kilang Tuban, Bupati Kebut Ring Road

Geliat Bisnis Perhotelan Jelang Kilang Tuban

Menurut dia, provokasi yang dimotori oleh koordinator warga bernama Warto, yang menolak pembebasan lahan kilang minyak Tuban, merupakan hal biasa. Apapun bentuknya, dia menyakini provokasi tanpa ada yang mengajak tidak akan terjadi.

Baca Juga :   Permintaan Minyak Membaik, ICP Maret Naik Jadi US$ 63,50 per Barel

Terlebih lagi yang menguatkan kecurigaannya adalah adanya laporan tanda tangan yang cukup tebal atas inisiatif perorangan kemudian dimintakan persetujuan orang.

“Saya belum yakin kebenarannya,” tegas Miyadi.

Betul tidaknya data tersebut, pihaknya masih melihat konteks apa yang ditujukannya. Laporan penolakan proyek sudah dilakukan oleh masyarakat. Ada ratusan halaman yang dibacanya, dan yang menulis hanya satu dua orang.

Miyadi khawatir yang tanda tangan juga satu dua orang. Data yang dibawa Warto, kata dia, ada 3.000 orang yang menolak proyek kilang berkapasitas 300 ribu Barel Per Hari (BPH) tersebut.

“Harus dicek ulang apakah hanya tanda tangan atau sekedar mengikuti,” terangnya.

Ditegaskan lagi, dia tidak mencurgiai siapapun. Intinya ada aktor yang bermain di lapangan. Siapapun itu, silahkan cari sendiri. Dalam waktu dekat, Camat Jenu bersama Kades Remen dan Mentoso akan ditugaskan untuk mengecek data tersebut.

“Apa benar yang tanda tangan orang bersangkutan sesuai namanya,” tambahnya.

Terpisah, Camat Jenu, Sugeng Winarno, mengaku tidak memiliki data yang dimiliki koordinator warga pemilik lahan kilang. Diduga data tersebut hanya dipegang oleh para pemangku kebijakan di atasnya.

Baca Juga :   Pemkab Tunggu Perbaikan Dari Operator

“Saya tak pegang data itu,” sergah mantan Merakurak ini.

Koordinator warga Remen-Mentoso, Warto, dihadapan Pertamina dan DPRD Tuban membeberkan kalau ada ribuan warga pemilik lahan menolak berdirinya kilang. Pengalaman pahit pembebasan lahan pada Terminal BBM beberapa tahun silam, masih menyisakan trauma pada warga setempat. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *