SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Harga bawang merah di tingkat petani Bojonegoro, Jawa Timur, pada musim panen tahun ini anjlok dibanding beberapa waktu lalu. Jika sebelumnya harganya bisa mencapai Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kilo gramnya, panenan kali ini hanya Rp5 ribu sampai Rp7 ribu/Kg.Â
“Turun sampai tiga ribu rupiah sejak dua bulan terakhir,” kata petani bawang merah Dusun Porongledok, Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Aris, kepada suarabanyuurip,com, Kamis (18/1/2018).Â
Untuk bawang merah berukuran kecil, saat ini seharga Rp5000 sampai Rp7000/Kg dari sebelumnya Rp10.000/Kg. Sementara yang ukuran sedang Rp10.000/Kg dari sebelumnya Rp12.000/Kg.
“Yang super atau paling besar dari sebelumnya lima belas ribu per kilogramnya turun menjadi dua belas ribu per kilogramnya,†imbuh wanita 37 tahun ini.Â
Baca Juga :
Petani Bawang Merah Bojonegoro Tolak Impor
Menurutnya, penurunan harga bawang merah di tingkat petani ini ada beberapa faktor. Salah satunya import yang dilakukan pemerintah pusat.Â
“Ada impor, makanya harganya jatuh,†imbuhnya.Â
Turunnya harga bawang merah sekarang ini membuat keuntungan sebagian besar petani di sentra produksi bawang merah menurun. Karena, laba yang diterima tidak sesuai dengan biaya produksi yang cukup tinggi.Â
Biaya produksi yang dikeluarkan petani terdiri dari pembelian benih, biaya buruh tani, pupuk, obat, dan sebagainya. Untuk satu ton bawang merah, Aris mengaku, harus mengeluarkan biaya sebesar Rp35 juta. Sementara hasil jual hanya Rp43 juta.  Â
“Satu ton saja sekarang hanya untung lima juta rupiah sampai delapan juta saja,” imbuhnya.
Di Desa Duwel sendiiri, dari 500 hektar (ha) lahan pertanian, seluas 300 ha ditanami bawang merah. Untuk bibit lokal setiap per kilogramnya jika ditanam bisa menghasilkan 8 kilogram bawang merah. Sedangkan untuk bibit dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, per kilogramnya bisa menghasilkan 10 kg sampai Rp12 kg.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan, Agus Hariana, mengakui jika harga bawang merah di tingkat petani mengalami penurunan. Namun, karena sekarang ini pihaknya fokus pada penurunan harga beras, maka belum bisa mengambil tindakan.Â
“Kita masih konsentrasi pada penurunan harga beras, bawang merah tetap ditangani tapi nanti dulu ya itu,†pungkasnya.(rien)Â