Masyarakat Pulo Diberi Waktu Berpikir

Kades Pulo Sukarno

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pemerintah Desa (Pemdes) Pulo, Kecamatan  Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyatakan jika masyarakat yang lahannya terkena pembebasan masih diberi waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan harga lahan yang ditawarkan oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Lahan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai jalur Pipa Gas dari sumur NKT-01 TW di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban menuju Central Processing Plant (CPP) Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

“Warga masih diberi waktu untuk berfikir dan mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh Pertamina senilai Rp120.000/M2,” kata Kepala Desa (Kades) Pulo, Sukarno, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (18/1/2018).

Sukarno berharap, pekerjaan pipanisasi itu tetap berjalan melalui wilayah desanya. Dirinya juga berharap warganya bisa menyetujui harga yang ditawarkan Pertamina seharga Rp120.000/meter persegi (M2).

“Kalau tidak bisa sekarang, bisa nanti. Jika berubah pikiran bisa disampikan kepada saya,” terang Sukarno.

Sebelumnya diberitakan bahwa warga masih tetap bertahan dengan harga yang diinginkan yaitu senilai Rp500.000/M2. Sehingga pertemuan antara warga dengan Pertamina di balai desa setempat, Rabu (17/1/2018) kemarin belum ada kata sepakat. Sebab harga yang ditawarkan Pertamina senilai Rp120.000/M2 ditolak warga.

Baca Juga :   Warga Sekitar Kecewa Berat

Mengetahui warga Pulo masih bertahan pada harga yang tinggi, pihak Pertamina bakal mengambil langkah alternatif desa lain untuk jalur pipa gas. Namun demikian, pihak Pertamina masih memberikan kesempatan warga untuk berfikir dengan tawaran harga yang disampikan Pertamina.

“Kalau berubah pikiran bisa mnghubungi pak lurah,” kata Land Matter Analyst Pertamina EP Asset 4, Rahardyan Prasetyo.

Terkait jalur alternatif, kata Dian, sapaan akrab Rahardyan Prasetyo, masih perlu melakukan kajian. Termasuk kondisi lapangan serta dampak sosial di masyarakat. “Alternatif jalur baru akan dikaji apakah tetap di Desa Pulo atau di desa  lain,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum dilakukan work over, kebutuhan lahan untuk pipa gas tersebut bisa diselesaiakan. “Work over mulai, permasalahan lahan sudah selesai. Menurut rencana, work over akan dilakukan pada bulan Juni mendatang,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk kebutuhan lahan sendiri hanya sekira 3 hektare (3 ha), dengan panjang 2,3 km.

“Perhitungannya dari lokasi sumur NKT sampai pada lokasi sumur KTB,” kata dia.

Jadi lanjut dia, pipa ini nantinya tidak langsung sampai pada CPP Gundih. Pipa dari sumur NKT akan berhenti di sumur KTB untuk diselanjutnya disambungkan langsung pada transmisi pipa yang ada di sumur KTB yang sudah terhubung dengan CPP Gundih.

Baca Juga :   Warga Minta TKD Gayam Segera Dituntaskan

Untuk diketahui, Sumur KTB juga berada di Desa Pulo sebelah barat. Terdiri dari Sumur KTB-03 TW, sumur KTB-1 dan sumur KTB-06.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *