Pertamina Kurangi Penyaluran BBM Subsidi Wilayah Cepu

SPBU Cepu

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Seminggu terakhir, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami pengurangan. Diantaranya jenis Solar maupun Premium.

Hal itu seperti dialami SPBU 44.583.01 Cepu. Pasokan solar dari Pertamina yang semula sebanyak 16 kiloliter (kl), sekarang ini menjadi 8 kl per hari.

Pengawas SPBU 44.583.01 Cepu Sutrisno, menjelaskan, pengurangan pasokan solar itu karena adanya perbaikan tangki di Tuban Jawa Timur, serta adanya pengurangan armada pengangkut.

“Pagi tadi kami mendapat info dari manajemen ada kendala yaitu perbaikan tangki di Tuban. Selain itu armadanya juga kurang,” ujar Sutrisno, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (15/11/2018).

Namun, pengurangan solar itu sifatnya hanya sementara. Karena Minggu depan sudah mulai normal kembali. Selain Solar, di tempatnya BBM jenis Premium juga mengalami pengurangan pasokan. Sebelumnya, pengiriman Premium dari Pertamina setiap hari sebanyak 8 kl. Tetapi seminggu belakangan ini hanya mendapat 24 kl.

Hal yang sama juga dialami SPBU 44.582.10 Cepu. Di SPBU ini hampir dua minggu ada pengurangan pasokan BBM jenis Premium.  “Sebelumnya setiap hari ada kiriman sebesar 8 kl. Tapi hampir dua minggu ini  hanya ada kiriman dua hari sekali,” kata Angga prasetya (24) Pengawas SPBU 44.582.10 Cepu.

Baca Juga :   Tetap Komitmen Wujudkan Ketahanan Energi dan Pertahankan NKRI

Dengan adanya pengurangan tersebut, pendapatan SPBU mengalami penurunan cukup signifikan. Untuk premium sebelumnya sehari bisa mengabiskan 7.000 liter. Sebab, kebanyakan masyarakat masih memilih Premium dibanding Pertalite maupun Pertamax.

“Semenjak adanya pengurangan pasokan premium, penjualan Pertalite sedikit ada peningkatan,” kata dia.

Penjualan Pertalite sebelum ada pengurangan Premium hanya mempu menjual 3.500 liter sampai 4.000 liter per hari. Sekarang bisa mencapai 4.500 liter sampai 5.000 liter per hari.

“Kalau Pertamax, tidak banyak diminati masyarakat. Enam hari sekali baru mengajukan pesanan ke Pertamina sebanyak 8 kl. Sejak ada kenaikan harga Pertamax, penjualan semakin menurun,” ujarnya.

Suma Novendi, Ketua DPC Hiswana Migas Wilayah Pati, mengaku belum mendapat informasi. Dirinya tidak sependapat jika ada pengurangan pasokan BBM.

“Mungkin kalau pengurangan tidak ya. Mungkin saja ada keterlambatan pengiriman,” kata Suma.

Terpisah, Pertamina membantah adanya pengurangan pasokan BBM di SPBU wilayah Cepu.

Manager Communication and CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, menyatakan, tidak ada pengurangan BBM. Yang terjadi adalah ada kendala operasi Surabaya Grup.

Baca Juga :   BUMD Bojonegoro Tunggu Hasil Seismik Blok Nona

“Akhirnya suplai dialihkan ke Terminal BBM (TBBM) Tuban,” kata dia, melalui pesan singkatnya.

Karena demannya tinggi, kata Andar, maka sedikit terjadi keterlambatan, dan pada Hari ini sudah kembali berjalan normal. Masalah di ISG sudah bisa teratasi, dan sudah bisa beroperasi.

“Sambil di back up dari TBBM Tuban,” ujar dia.

Pihaknya berharap masyarakat bisa bersabar. Karena proses pengiriman telah berjalan.

“Mobil tanki kami sudah berjalan dan segera mengisi SPBU di wilayah Cepu, Blora dan sekitarnya,” ungkapnya.

Wanita berkerudung ini kembali mengaskan, bahwa tidak ada pengurangan BBM. “Sekali lagi Pertamina tidak melakukan pengurangan,” tandasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *