Harga Gabah di Blok Gundih Terancam Tak Stabil

Panen raya padi blok gundih

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Menjelang puncak panen pada bulan Februari nanti, harga gabah di wilayah ring-1 Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatann Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bakal terancam tidak stabil.

Kondisi itu selain dipengaruhi cuaca juga diperkirakan ada persaingan bisnis antar pedagang.

Pengepul gabah di Desa Sumber, Temok Maulana, menjelaskan, sekarang ini harga gabah dari petani kisaran Rp4.600 sampai Rp4.700 perkilogram (kg).

“Itu harga kotor bagi petani, semua ongkos panen ditangung petani,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (28/1/2018). 

Dirinya mengaku, dalam usahanya sebagai pengepul hanya mengambil keuntungan dari ongkos timbangan. Selanjutnya kata dia, akan diambil oleh pedagang besar untuk dibawa ke luar kota.

“Kami hanya mengambil untung dari ongkos timbangan,” jelasnya. 

Saat ditanya akan dibawa kemana gabah dari petani Desa Sumber, dirinya mengaku tidak tahu. “Kami tidak tahu, mungkin akan dijual lagi ke luar kota,” ungkapnya.

Dia juga enggan mengungkapkan berapa harga jual dari pengepul kepada pedagang besar tersebut. Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa gabah bisa saja turun karena kondisi gabah basah.

Baca Juga :   DPPKKI Rayakan Harbubnas

“Sekarang ada yang dibeli oleh pengepul Rp4.700 dan ada juga Rp4.600. Mungkin ini karena ada persaingan pedagang,” kata dia.

Harga tersebut, menurut dia, memang lebih rendah dari gabah yang ada di wilayah kecamatan tetangga, seperti Kedungtuban. Karena di Kedungtuban selatan pekan lalu harga masih pada kisaran Rp5.100 sampai Rp5.200 /kg.

“Itu bisa disebabkan kondisi gabah juga. Lha wong dipegang saja sudah bisa diketahui itu kualitasnya bagus atau tidak,” terang Temok.

Jika rata-rata hasil panen padi Kecamatan Kedungtuban antara 7-8 ton per hektare (ha), berbeda di Kecamatan Kradenan khususnya di Desa Sumber.

“Di Sumber rata-rata 6-7 ton/ha,” kata dia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koprasi dan UKM Blora, Maskur, menyatakan, jika harga gabah di Desa Sumber tersebut termasuk masih tinggi. Karena harga itu masih diatas harga Gabah Kering Panen (GKP) yang ditentukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). 

“Tapi kalaupun nanti harga gabah terus menurun sampai di bawah harga wajar, maka akan di beli oleh Bulog,” ujarnya. 

Baca Juga :   PHE-TEJ Serah Terimakan Perlengkapan Posyandu di Tuban

Maskur menjelaskan, rendahnya harga gabah di Desa Sumber lantaran banyak wilayah yang saat ini panen.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *