Pintu Air Tanggul Tak Berfungsi

Cepu tergenang air bengawan solo

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sungai Bengawan Solo terpantau terus mengalami kenaikan cukup signifikan. Sehingga, membuat sebagian wilayah di Cepu, Kabupaten, Blora, Jawa Tengah, terkena dampak meluapnya air Bengawan Solo.

Di Kelurahan Balun, RT/RW 1/2 lingkungan Balun Saudagaran misalnya. Di lingkungan tersebut air tampak menggenagi jalan setempat. Tak pelak warga harus menerobos air untuk melakukan aktivitas.

“Air mulai terlihat naik sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Agung Gihardi (35) warga setempat, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (23/2/2018).

Menurutnya, ketinggian air di lingkungannya mencapai betis orang dewasa. Sehingga tidak sampai memasuki rumah warga. “Disini konstruksi bangunannya tergolong tinggi, jadi air kalau msih sebetis orang dewasa belum bisa masuk rumah,” kata dia.

Dia menambahkan, seharusnya air dari bengawan solo tidak bisa menerobos masuk ke lingkungan apabila pintu air yang ada pada tanggul berfungsi normal.

“Pintunya sudah lama rusak, jadi air masuk melalui gorong-gorong yang tersambung hingga ke pintu air,” ungkapnya.

Sementara, anggota Tim Respon Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Tri, menjelaskan, di Cepu ada empat desa terdampak meningginya air bengawan solo. Diantaranya, Desa Nglanjuk, Desa Jipang, Desa Sumberpitu serta Kelurahan Balun.

Baca Juga :   Tripatra Bagikan Masker

Menurutnya, di Desa Jipang air menggenangi areal persawahan warga seluas 10 hektar.

“Untuk permukiman penduduk aman dari luapan air bengawan solo,” kata dia. 

Di Desa Sumberpitu, air juga menggenangi areal persawahan seluas 2 hektar, permukiman penduduk juga aman. Di wilayah Desa Nglanjuk permukiman penduduk juga aman dari luapan air, hanya saja 4 hektar lahan pertanian tergenang air.

Kondisi berbeda di Kelurahan Balun, tepatnya di RT/RW 1/2 Balun Saudagaran. Air setinggi 50 cm merendam jalan lingkungan setempat, sehingga menghambat aktivitas warga. Namun air yang berasal dari bengawan solo itu belum memasuki rumah warga. 

Saat ini, menurut dia, tim gabungan dari beberapa institusi bekerja sama melakukan assesment serta melakukan pendatan awal wilayah yang terdampak.

Dia tidak memungkiri jika tidak berfungsinya pintu air, menjadi salah satu penyebab air bengawan solo menerobos masuk linkungan warga.

“Itu bisa juga menjadi salah satu penyebabnya, dan untuk wilayah Kabupaten Blora saat ini siaga kuning,” ujarnya.

Agung menambahkan, pada pukul 06.00 WIB dari pintu air Karangnongko naik signifikan hinga menyentuh angka 28.76 meter. Kemudian pada pukul 09.00 WIB air kembali naik 28.78 meter. Namun pada pukul 12.00 WIB debit air bengawan solo mengalami penurunan, menjadi 28.67 meter.(Ams)

Baca Juga :   Aparat Pungli Penambang Tradisional Batu Kumbung

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *