Setahun Raup Rp88,5 juta dari Sumur Tua

Direktur PDAT Cucuk

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Selama tahun 2017, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) Tuban, Jawa Timur, telah meraup Rp88.551.233,63 dari sumur tua di Lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan. Capaian tersebut lebih kecil dari target yang ditetapkan dalam P-APBD 2017 sebanyak Rp187.797.809,76.

“Dalam setahun hanya memproduksi 232.280,99 liter dan lebih sedikit dibanding target 517.000 liter,” ujar Direktur BUMD PDAT, Cucuk Dwi Sukwanto, kepada suarabanyuurip.com, melalui salinan LPKJ Bupati 2017, Jumat (2/3/2018).

Cucuk menjelaskan, minimnya produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai minimnya data skunder bawah permukaan. Kondisi bawah permukaan yang sulit diprediksi. Kondisi sumur tua sebagian besar sudah rusak, dan kurang efektifnya kegiatan reakrifasi sumur tua.

Hasil evaluasi atas empat persoalan tersebut, di tahun ini pihaknya akan mengoptimalkan pengelolaan sumur tua Gegunung.

Mengembangkan sumur tua yang berada di Tuban dan sekitarnya. Terakhir mengusulkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP).

“Kami berharap produksi sumur tua di tahun ini lebih bagus,” terangnya.

Baca Juga :   Pertamina EP Asset 4 Proses Amdal dan Andalalin Sukowati

Selain mengelola sumur tua Gegunung, BUMD yang berkantor di Jalan Gajah Mada Tuban ini juga memiliki bidang usaha supply pasir kuarsa. Di tahun 2017 pihaknya berencana menyuplai 15.000 ton dengan nilai bersih Rp44.625.000. Realisasi pasir yang disuplai lebih tinggi menjadi 20.502,85 ton, dengan nilai bersih Rp60.995.978,75.

Untuk usaha suplai batu tras ditargetkan 18.000 ton, dengan nilai bersih Rp117.000.000. Realisasinya lebih kecil hanya 15.400 ton, dengan nilai bersih Rp100.100.000. Tak tercapainya target ini diantara disebabkan kebutuhan batu tras PT Semen Indonesia menurun.

Usaha bagi hasil penyertaan modal dari pihak ketiga. Rencananya dalam 12 bulan nilai bersihnya Rp72 juta, sementara realisasinya sama dengan target. Terakhir usaha niaga Bright gas. Target penjualan 600 tabung (5,5 Kg) menghasilkan Rp2.700.00, dan 200 tabung (12 Kg) dengan nilai bersih 800 ribu. Realisasinya 206 tabung (5,5) Rp1.516.000 dan 14 tabung (12 Kg) dengan nilai bersih Rp140.000.

“Secara keseluruhan BUMD di 2017 memiliki laba Rp26.453.518,15,” jelasnya.

Sementara di tahun 2016 silam, BUMD yang dibentuk berdasarkan Perda Nomor 3 tahun 2003 tanggal 17 Januari 2003 memiliki laba Rp261.504.435,40. Dari laba tersebut, setoran untuk Kabupaten Tuban sebesar Rp143.827.989,47. (Aim)

Baca Juga :   Diminta Pertimbangkan Keekonomisan Lahan Warga

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *