SuaraBanyuurip.com –Ahmad Sampurno
Blora –Jalan kabupaten sepanjang 200 meter di bantaran sungai Bengawa Solo, di Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terancam longsor. Sekarang ini, longsor tersebut telah memutus jalan utama penghubung Desa Gadon dengan Desa Ngloram.
Sehingga harus dilakukan perbaikan darurat supaya jalan tersebut bisa dilalu warga. Sekarang ini hanya kendaraan roda dua yang bisa melintasi jalan tersebut. Sementara, untuk kendaraan roda empat harus memutar arah melalui jalan Desa Ngloram untuk mencapai wilayah setelah Desa Gadon.
Kepala Bidang Binamarga wilayah II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Teguh Wiyono, Â menjelaskan rencana jangka pendek yang akan dilakukan adalah dengan membuat jalan darurat.
“Karena ini sudah sangat parah. Minimal, sirkulasi kendaraan bisa melintasi, sebab kategori jalan ramai,†terangnya kepada suarabanyuurip.com saat berada di lokasi longsor, Kamis (15/3/2018).
Jalan darurat itu berupa gorong-gorong yang diutup dengan sirtu. Dilihat dari kondisi lapangan, kata dia, potensi daerah longsornya sepanjang 200 meter.Â
Dia mengaku, bangunan tersebut belum maksimal karena termasuk anggaran sisa tahu 2017 lalu.
“Karena keterbatasan dana, kita aplikasinya dana yang ada,†terangnya.
Menurutnya, longsor yang mengakibatkan plengsengan ambrol karena faktor alam.
“Intensitas hujannya tinggi dan di pinggir Bengawan solo, yang kita tahu fluktuasi airnya besar,†ujarnya.
Sementara, estimasi anggaran untuk perbaikan akibat longsor secara tuntuas butuh Rp10-15 miliar. Dengan melihat lebar longsor mencapai 11 meter.
Ditambahkan, karena lokasi longsornya berada di Daearah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, maka harus melibatkan dua instasi.
“Pemkab dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bengawan solo,†pungkasnya dia.
Sebelumnya, banguanan plengsengan (talud) Bengawan Solo di Desa Gadon, Kecamatan Cepu, ambrol lantaran terjadi longsor akibat gerusan air. Peristiwa ini memancing perhatian dan menjadi tontonan warga setempat maupun pengguna jalan.
Padahal, bangunan tersebut belum ada satu tahun diselesaikan. Pekerjaan itu dikerjakan oleh CV Kembar Dua, dengan anggaran Rp428.668.000. Dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, waktu pelaksanaan mulai tanggal 8 Agustus 2017 hingga 5 Desember 2017. Â (ams)